WHO Targetkan Vaksinasi Covid-19 Bagi 20 Persen Penduduk Afrika

who-targetkan-vaksinasi-covid-19-bagi-20-persen-penduduk-afrika WHO Targetkan Vaksinasi Covid-19 Bagi 20 Persen Penduduk Afrika. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Masih tingginya angka penyebaran cocid-19 di Afrika yang mencapai lebih dari dua juta kasus dan total kematian mencapai 48.000 lebih membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) fokus untuk memberikan vaksin pada penduduk Afrika.

Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kawasan Afrika Dr. Matshidiso Moeti mengatakan dengan capaian jumlah tersebut maka WHO berencana melakukan vaksinasi covid-19 sedikitnya untuk 20 persen populasi penduduk benua Afrika.

"Seluruh negara Afrika harus mempersiapkan diri untuk vaksinasi COVID-19, karena WHO akan segera mungkin merealisasikan skema tersebut." ungkap Moeti seperti dikutip LKBN Antara. Kamis (19/11/2020)

Saat ini, tegasnya, WHO tengah melakukan koordinasi dengan negara-negara Afrika perihal vaksinasi dan termasuk memperkirakan kemampuan logistik dari setiap negara.

Sementara itu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa akan segera membuka kembali negaranya untuk para turis dari seluruh dunia. Hal ini, tegasnya, agar sektor pariwisata dan perhotelan yang menjadi andalan mereka bisa berputar kembali.

"Kami juga membuka perjalanan internasional dari semua negara dengan tunduk pada protokol kesehatan yang diperlukan dan penyerahan sertifikat negatif COVID-19," ujarnya.

Afrika Selatan membuka perbatasannya untuk beberapa wisatawan internasional pada awal Oktober setelah menerapkan larangan selama enam bulan. Namun pada saat itu, pembatasan diterapkan pada pengunjung dari negara-negara berisiko tinggi, dengan daftar terbaru termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Brazil, dan India.

Afsel sangat bergantung pada pariwisata, yang sebelum pandemi menyumbang hampir sembilan persen dari produk domestik bruto dan mempekerjakan lebih dari empat persen tenaga kerja.

Perekonomian sudah berada dalam resesi sebelum pandemi melanda, dan salah satu penguncian paling ketat di dunia yang diterapkan negara  itu telah memperburuk kesengsaraan. Jutaan warganya kehilangan pekerjaan atau semakin terdesak ke dalam kemiskinan.

"Dengan menggunakan tes cepat dan pemantauan ketat, kami bermaksud membatasi penyebaran infeksi dari kasus impor, kami berharap langkah-langkah ini akan sangat membantu bisnis di sektor pariwisata dan perhotelan." tandasnya.


Editor: DARMO SURYO

Komentar