Duh, Tahun 2021 Tren Kencan Virtual Bakalan Naik

duh-tahun-2021-tren-kencan-virtual-bakalan-naik Duh, Tahun 2021 Tren Kencan Virtual Bakalan Naik. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Kencan secara virtual menjadi booming saat masa pandemi COVID-19 berjalan tiga bulan belakangan ini. Hal ini merujuk pada data aplikasi kencan, OkCupid yang mengalami peningkatan hingga 280 persen penggunanya.

Menurut mereka, ketika hubungan fisik tidak lagi menjadi pilihan utama bagi banyak orang, maka secara otomatis peningkatan secara signifikan hubungan secara virtual terjadi dengan beragam pembahasan mulai dari perubahan iklim hingga memasak.

Dilansir dari LKBN Antara, Pihak OkCupid memprediksi kencan online akan menjadi tren di tahun depan berdasarkan tanggapan dari para single di seluruh dunia. Di sisi lain, ada tiga tren lain dalam menjalin hubungan di 2021. Berikut ulasannya:

1. Let's Tie A Knot!

Data OkCupid menunjukkan, terjadi penurunan sebanyak 20 persen pengguna yang memilih untuk mencari hubungan sekedar main-main atau short-term relationship.

Sebanyak 43 persen pengguna menginginkan hubungan yang jangka panjang atau mencari pasangan yang serius untuk diajak ke jenjang pernikahan, sehingga munculan fenomena banyak pasangan yang memilih untuk menikah di masa pandemi COVID-19.

Budaya menikah pun cenderung bergeser ke arah yang lebih praktis seiring masa pandemi dan ini membuat masyarakat enggan untuk melangsungkan acara pernikahan besar-besaran. Dalam hal ini perencanaan dapat dilakukan dengan cepat.

Terkait hal ini, pihak OkCupid menyarankan para penggunanya untuk menjawab matching questiondengan seksama, menyelaraskan dengan preferensi pribadi, menulis dan membaca bio secara detail agar dapat menemukan yang diinginkan.

Hal ini didukung pula dengan fakta 85 persen pengguna OkCupid menjawab "Ya" ketika berhadapan dengan pertanyaan "Apakah penting bagi Anda untuk memiliki ikatan secara emosional sebelum melangkah ke ikatan fisik?".

2. Advodating

Advodating merupakan gabungan dari kata advocatedan dating yakni pencarian pasangan berdasarkan kesamaan terhadap pandangan hidup.

Di Indonesia, terdapat 31 persen pengguna yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai individu yang kritis, antara lain karena semakin terbukanya informasi dan semakin banyaknya wadah untuk menyuarakan pendapat mereka akan sesuatu.

Dengan lebih dari 2 juta tanggapan atas pertanyaan tentang kesetaraan ras, pihak OkCupid meyakini tren mencari pasangan dengan sudut pandang yang sama dan memiliki pola pikir kritis akan meningkat pada 2021.

3. Stay Woke

Di Indonesia, sebanyak 46 persen pengguna menjawab "ya" untuk pertanyaan "Apakah Anda lebih suka pasangan Anda berbagi pandangan politiknya?".

Pengguna Indonesia sekitar 3,2 kali lebih cenderung mengidentifikasi diri mereka sebagai liberal daripada konservatif ketika mereka harus mendeskripsikan pandangan politik mereka.

Secara rinci, wanita 3,4 kali lebih besar kemungkinannya diidentifikasikan sebagai liberal daripada konservatif, sementara pria 3 kali lebih besar kemungkinannya diidentifikasikan sebagai liberal daripada konservatif.

Dari segi politik, definisi konservatif yakni pemahaman yang mengusung peran pemerintah yang terbatas dan minimal di masyarakat. Sedangkan liberal merujuk pada konsep yang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada warganya atau paham yang progresif.

"Kami berpikir dengan adanya pola tersebut, tren berikutnya yang mungkin terjadi ialah semakin besarnya orang di Indonesia yang terbuka akan hal-hal dan pendapat baru," kata pihak OkCupid.

4. Kencan virtual 

Lebih dari 150.000 pengguna menanggapi bahwa selama pandemi, pasangan lebih memilih melakukan kencan secara virtual. Menurut pengguna OkCupid di Indonesia, sebanyak 37 persen responden menjalani kencan virtual melalui chatting atau texting, 33 persen melakukan video chatting dan 19 persen memilih untuk berkomunikasi melalui telepon genggam biasa. Sebuah tren terbaru juga hadir mewarnai kehidupan perkencanan masa pandemi yaitu melakukan kencan virtual sambil menyantap makan malam atau minum


Editor: DARMO SURYO

Komentar