3 Tewas dan Belasan Luka Terkena Ledakan Roket di Kabul Afganistan

3-tewas-dan-belasan-luka-terkena-ledakan-roket-di-kabul-afganistan 3 Tewas dan Belasan Luka Terkena Ledakan Roket di Kabul. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Sejumlah ledakan dari roket kembali meledak di Kota Kabul Afganistan. Ledakan tersebut mengakibatkan tiga orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka - luka.

Selain menghantam daerah pemukiman padat penduduk, serangan roket ini juga mendekati wilayah dimana sejumlah kedutaan besar berada. Sehingga pasca ledakan pengamanan sejumlah kedutaan besar di Afganistan ditingkatkan untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Dilansir dari LKBN Antara, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Tariq Arian, mengatakan tiga warga sipil tewas akibat serangan tersebut dan 11 orang luka-luka. Namun, seorang pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan petugas mengangkut lima jenazah dan 21 orang yang luka-luka ke rumah sakit.

"teroris memasang roket-roket di truk berukuran kecil untuk ditembakkan ke arah pemukiman warga. Otoritas keamanan di Afghanistan masih berlangsung untuk mengetahui bagaimana kendaraan itu masuk ke dalam kota." Ujar Arian. Sabtu (21/11/2020)

Insiden berdarah tersebut terjadi dua hari jelang negara-negara donor dan Pemerintah Afghanistan bertemu di Jenewa, Swiss, pada 23-24 November 2020.

Sejumlah warga merekam peristiwa roket terbakar dan tayangan itu kemudian diunggah ke media sosial. Beberapa foto yang tersebar di media sosial Facebook menunjukkan banyak mobil rusak serta ada lubang besar di sisi samping sebuah bangunan.

Pasca serangan roket tersebut, kelompok Taliban menyangkal jika serangan itu tidak dilakukan oleh pihaknya. Seperti diketahui, Taliban merupakan kelompok yang berusaha merebut kekuasaan dari Pemerintah Afghanistan.

Walaupun demikian, serangan teror dari Taliban dan kelompok radikal lainnya terus meningkat sejak perundingan damai antara Taliban dan Pemerintah Afghanistan mandek. Sebagian besar teror diluncurkan di Kabul, kota berpenduduk lebih dari lima juta jiwa.

Beberapa pria bersenjata pada awal bulan ini menembak warga di Universitas Kabul. Aksi itu menyebabkan 35 orang tewas dan lebih dari 50 orang lainnya luka-luka. Sebagian besar korban adalah mahasiswa.

Editor: DARMO SURYO

Komentar