Afganistan Memanas, Indonesia Desak 3 Hal Ini Pada DK PBB

afganistan-memanas-indonesia-desak-3-hal-ini-pada-dk-pbb Indonesia Desak 3 Hal Ini Pada DK PBB, Agar Kekerasan di Afganistas Segera Berakhir.. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera bertindak menghentikan kekerasan yang terjadi di Afghanistan.

"Kita harus segera bertindak dan tidak bisa lagi menunggu. Kekerasan di Afghanistan harus dihentikan karena hanya akan mengikis upaya perdamaian dan kepercayaan di antara rakyat Afghanistan," Ujar Menlu Retno Marsudi, dikutip dari LKBN Antara. Sabtu (21/11/2020)

Retno membeberkan jika kekerasan di Afghanistan telah menimbulkan korban mencapai lebih dari 6.000 orang pada tahun ini. Pernyataan tegas itu disampaikan Retno dalam pertemuan Arria Formula Dewan Keamanan PBB meng‚Äčenai Proses Perdamaian di Afghanistan.

Pertemuan itu dipimpin oleh Menlu Estonia dan dihadiri oleh Presiden dan Menlu Afghanistan serta Menlu Qatar, Finlandia, Norwegia dan Jerman.

Pada kesempatan itu, Menlu Retno menekankan pentingnya proses perdamaian di Afghanistan yang dilakukan dan dipimpin oleh bangsa Afgahnistan sendiri, serta menempatkan masyarakat Afghanistan sebagai pusatnya.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Menlu RI menilai bahwa ada tiga hal penting yang perlu segera dilaksanakan.

Pertama, kekerasan harus segera dihentikan karena dapat mengancam proses perdamaian dan menggerus kepercayaan masyarakat Afghanistan.

Kedua, masyarakat internasional harus meningkatkan kontribusinya dalam membantu proses perdamaian di Afghanistan. Peningkatan bantuan internasional dibutuhkan untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif di lapangan, meningkatkan kapasitas Pemerintah, sekaligus menopang ekonomi masyarakat Afghanistan.

Ketiga, sinergi antara berbagai lembaga PBB perlu diperkuat untuk bisa lebih membantu proses perdamaian di Afghanistan.

"Sinergi ini tidak hanya penting untuk menciptakan situasi yang kondusif di lapangan, tapi juga untuk lebih melindungi kelompok rentan, termasuk dalam hal pemberdayaan perempuan. Seluruh lapisan masyarakat harus dilibatkan dalam proses rekonsiliasi dan pembangunan negeri," Tandasnya.

Editor: DARMO SURYO

Komentar