Libut Akhir Tahun, Publik Cirebon Sudah Bisa Pesan Tiket Kereta

libut-akhir-tahun-publik-cirebon-sudah-bisa-pesan-tiket-kereta PT KAI Daop 3 Cirebon memulai penjualan tiket libu rakhir tahun.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Cirebon- Libur akhir tahun 2020, yaitu Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 tinggal sekitar 40 hari lagi. Tidak tertutup kemungkinan, meski masih terjadi wabah Covid-19, banyak kalangan yang memanfaatkan dua momen akhir tahun itu untuk berlibar.

Karenanya, menyikapi hal itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon mulai melayani penjualan tiket kereta ke berbagai tujuan pada momen Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

"Kami pun menyiapkan kereta tambahan apabila volume penumpang bertambah," tandas Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, kepada Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Rabu (25/11/2020).

Luq,am ,emhe,ilalam. pada saat ini, pihaknya masih menyediakan dan menjual tiket kereta reguler. Ada beberapa kereta, ungkapnya, yang wara-wiri melintasi wilayah PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon.

Selain Kereta Ranggajati (Cirebo-Jember) dan Kaligung (Cirebon Prujakan-Semarang), terdapat kereta lainnya. Antara lain, sebutnya, Argo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasarturi), Taksaka (Yogyakarta-Gambir), Gajayana (Malang-Gambir), Senja Utama Solo (Solo Balapan-Pasar Senen), dan sebagainya.

Luqman menegaskan, jika tiket kereta reguler terjulan 100 persen, pihaknya menambah jadwal perjalanan. Meski demikian, ucapnya, penambahan tersebut masih bersifat fluktuatif. "Artinya, bergantung pada perkembangan kondisi dan kebutuhannya," jelas dia.

Tentang libur momen Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Luqman menjelaskan, publik bisa memesan tiket melalui beberapa cara. Di antaranya, sebut dia, aplikasi KAI Access, situs kai.id, dan kanal penjualan resmi lainnya.

"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik di sekitar maupun di dalam stasiun, termasuk sebelum dan selama perjalanan hingga tiba di tempat tujuan. Ini upaya kami meminimalisir sekaligus memutus mata rantai Covid-19," paparnya.

Soal kapasitas, Luqman menuturkan, sesuai dengan ketentuan pemerintah, pada masa Covid-19, pihaknya tidak memberlakukan kapasitas penumpang 100 persen. "Kami tetap menyiapkan 70 persen kapasitas tempat duduk, baik kereta lokal maupun jarak jauh. Itu kami lakukan sebagai bagian upaya social dan physical distancing," tutupnya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar