Kasus Megamendung Masuki Tahap Penyidikan

kasus-megamendung-masuki-tahap-penyidikan Ribuan massa hadir pada acara Rizieq Shihab di Megamendung.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada aktivitas Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shibab, di Megamendung Bogor, yang menyebabkan terjadinya kerumunan massa, memasuki episode baru.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jabar meningkatkan status dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung menjadi tahap penyidikan. 

"Status penyidikan kami tetapkan setelah pada gelar perkara dan memeriksa 12 orang pada pekan lalu," tandas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) CH Patoppoi, kepada Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Kamis (25/11/2020).

Sebenarnya, ungkap Patoppoi, pada proses pemeriksaan itu, pihaknya memanggil 15 orang. Namun, sambungnya, yang memenuhi pemanggilan untuk kepentingan pemeriksaan sebanyak 12 orang.

Dua orang tidak hadir tanpa keterangan, yaitu anggota FPI, Muchsin Alatan dan Agus Sofyan. yang menjadi penyelenggara acara Rizieq Shihab di Megamendung itu. Satu lainnya, yakni Bupati Bogor, Ade Yasin, karena terpapar Covid-19.

Dalam prosesnya, ungkap Patoppoi, pihaknya pun mengundang ahli epidemiolog. Selain itu, sambungnya, tim penyidik pun menganalisa CCTV di Megamendung, lokasi berlangsungnya acara tersebut.

Berdasarkan pemeriksan itu, perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ini menyatakan, pihaknya menemukan fakta, saat kegiatan Rizieq Shihab berlangsung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra- Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Dalam penerapan PSBB pra-AKB itu, Patoppoi mengutarakan, terdapat beberapa regulasi yang harus dipatuhi oleh masyarakat ketika menggelar aktivitas, yang berpotensi mengundang massa.

Lalu, sambung dia, aktivitas pondok pesantren tetap berlangsung tetapi tidak boleh dikunjungi publik. Selanjutnya, lanjutnya, Pemkab Bogor membolehkan adanya aktivitas pertemuan, tetapi jumlah yang hadir hanya 50 persen kapasitas.

"Ada juga aturan yang menyatakan bahwa jangka waktu berlangsungnya sebuah kegiatan, maksimal tiga jam. Penyelenggara wajib membuat surat pernyataan yang isinya siap mematuhi regulasi itu , kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor," urainya.

Faktanya, ungkap dia, aktivitas Rizieq Shihab yang berlangsung di Pondok Pesantren Alam Agrikultural Markaz Syariah DPP FPI, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada 13 November 2020 itu, menimbulkan kerumunan massa. Itu terjaadi saat kedatangan Rizieq Shihab.

Mengacu pada hal itu, tegasnya, pihaknya menduga terjadi pelanggaran seluruh peraturan PSBB Pra-AKB yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. "Misalnya, jumlah orang yang hadir," ucap dia.

Berdasarkan regulasi PSBB Pra-AKB Kabupaten Bogor, ucapnya, secara tegas, jumlah pengunjung maksimal 50 persen kapasitas. Artinya, massa yang hadir di pesantren itu, harusnya, maksimal 150 orang. Sedangkan kenyataannya, massa yang hadir, berdasarkan keterangan yang dihimpunnya, sekitar 3.000 orang.

Dugaan selanjutnya, tambah dia, waktu penyelenggaraan yang melebihi ketentuan, yakni pukul 09,00-23.00. Berikutnya, imbuh Patoppoi, tidak adanya surat pernyataan yang dibuat penyelenggara acara kepada Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

Karenanya, ungkap dia, pihaknya menduga terdapat unsur tindak pidana berkenaan dalam aktivitas itu, Yakni,  terangnya, dugaan  adanya upaya menghalang-halangi pemerintah berkenaan dengan penanggulangan wabah Covid-19, dan pelanggaran penyelenggara kekarantinaan kesehatan.

 "Kami segera menyidik perkara ini dan menginformasikannya kepada kejaksaan. Ini berproses hingga adanya penetapan tersangka," cetusnya.

Pihaknya, beber dia, menjadikan Pasal 14 Ayat 1 dan Aya 2 Undang Undang (UU) 4/1984 tetang Wabah Penyakir Menular sebagai dasar hukum kasus ini. Selain itu, pihaknya pun menerapkan Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, serta Pasal 216 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHPidana).

BACA JUGA : 


Dua Anggota FPI Tidak Penuhi Undangan Polda Jabar

BACA JUGA : 


Kasus Mega Mendung, Polda Jabar Panggil Dua Anggota FPI


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar