Tak Terasa, Satu Dekade Angklung Mendunia

tak-terasa-satu-dekade-angklung-mendunia Angklung jadi wasisan budaya dunia.. (net)

PINDAINEWS, Bandung -- Tidak terasa, seni tradisional asal Jabar, Angklung, telah satu dekade diakui The United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNIESCO) sebagai warisan budaya dunia katagori Tak Benda.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, berpendapat, meski baru satu dasawarsa diakui dunia, sebenarnya, angklung menjadi bagian masyarakat Jabar sejak lama. Karena itu, kata Emil, sapaan akrabnya, angklung bukan hanya merupakan alat musik semata, melainkan bermakna filosofis mendalam bagi publik Jabar.

"Permainan angklung mengajarkan kita sebuah pemahaman nilai dan sikap budaya masyarakat Jabar yang saling menghormati, menghargai, serta mampu menunaikan perannya masing-masing sehingga menghasilkan sebuah kekuatan budaya. Permainan angklung pun mengajarkan kerendahan hati dan sikap toleransi untuk menghasilkan sebuah harmoni.," paparnya, Sabtu (28/11/2020). 

Bagi masyarakat Jabar, bambu, yang menjadi bahan baku Angklung, punya makna, yaitu “ti iwung nepi ka padung”, Maknyanya, jelas Emil, tentang kelahiran dan kematian.

Karenanya, Emil mengajak publik Jabar untuk mendalami kembali nilai bambu dalam kehidupan sehingga sikap budaya yang menjadi ciri masyarakat Jabar, yaitu silih asih, silih asuh, silih asah. terwujud.



Kepala Disbudpar Jabar, Dedi Taufik menambahkan, pihaknya berencana menggelar Satu Dekade Angklung Mendunia secara virtual untuk untuk memperingati dan merayakan 10 tahun pengakuan UNESCO itu, 

"Rencananya, acara virtual itu tayang pada beberapa stasiun televisi dan kanal youtube Disparbud Jabar dan Humas Jabar pada 28-29 November 2020," tandas Kepala Disparbud Jabar," kata Dedi Taufik, 

Dedi mengemukakan, acara itu pun juga sebagai perayaan sebuah kebanggaan atas pengakuan dunia terhadap karya budaya Jabar. Selan itu, lanjutnya,  juga menjadi momentum untuk memotivasi publik tatar Parahyangan agar lebih beraktivitas melindungi dan melestarikan karya budaya lainnya. 

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Jabar, Febiyani, mengumbuhkan, tahun ini, Jabar menetapkan 32 karya budaya menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Sebanyak 11 di antaranya berstatus WBTB Indonesia melalui Sidang Penetapan WBTB Indonesia pada 8-9 Oktober 2020. 

Hingga tahun ini, ungkapnya, terdapat 65 karya budaya Jabar resmi berstatus WBTB Indonesia. "Sebanyak 3 di antaranya, berlabel warisan budaya dunia, salah satunya, angklung," ujar Febiyani. 

Febiyani menyebutkan, pada gelaran Satu Dekade Angklung Mendunia, menampilkan Meli LIDA, Saung Angklung Udjo, Manshur Angklung, Prodi Musik Bambu ISBI Bandung, Angklung Kabumi-UPI, KPA SMAN 3 Bandung, Savra Panca, Angklung Tokodai Jepang, dan Angklung Hamburg Jerman, termasuk angklung tradisi kampung adat Ciptagelar, Kabupaten Sukabumi. 

Pada 28 28 November 2020  acara ini tampil pada YouTube Disparbud Jabar, Humas Jabar, Budaya Jabar, Inspira TV, Sukabumi TV, Cipta TV, Radar Tasikmalaya TV, MGS TV Bogor, dan Badar TV Pukul 20.00-21.00 WIB. 

"Pada 29 November 2020, acara ini dtayangkan TVRI Jabar pukul 14.30-15.30 WIB, Cianjur TV pukul 17.00-18.00 WIB, Radar Cirebon TV pukul 19.00-20.00 WIB, dan Sumedang TV 20.00-21.00 WIB," tutupnya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar