Fakhri Zadeh dibunuh, Konflik Iran Israel Masuki Babak Baru

fakhri-zadeh-dibunuh-konflik-iran-israel-masuki-babak-baru Fakhri Zadeh dibunuh, Konflik Iran Israel Masuki Babak Baru. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Mohsen Fakhri Zadeh tewas dalam sebuah serangan bersenjata di desa Absard, sekitar 60 km timur laut Kota Teheran. Fakhri diserang pada sore hari waktu setempat dan peristiwa tersebut segera mengundang perhatian publik secara luas.

Dilansir dari LKBN Antara, Kementerian Pertahanan Iran mengkonfirmasi kejadian tewasnya kepala program nuklir Kementerian Pertahanan Mohsen Fakhri Zadeh. Meski sempat dilarikan ke sebuah rumah sakit usai peristiwa tersebut terjadi namun nyawa Fakhri tak dapat tertolong. 

Saksi mata menyebutkan sebuah ledakan terjadi ketika kendaraan Zadeh melintas di jalan desa tersebut, kemudian terjadi penembakan yang menewaskan sejumlah orang. 

Sementara itu Wakil pemimpin gerakan Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem mengatakan jika  pembunuhan ilmuwan Mohsen Fakhri Zadeh ada di tangan Iran.

"Kami mengutuk serangan keji ini dan melihat bahwa tanggapan atas kejahatan ini ada di tangan mereka yang berkepentingan di Iran," kata Sheikh Naim Qassem

Dia mengatakan Fakhri Zadeh dibunuh oleh "mereka yang disponsori oleh Amerika dan Israel". Pembunuhan itu adalah bagian dari perang di Iran dan kawasan itu.

Iran menuding Israel sebagai pelaku serangan setelah ilmuwan nuklir tersebut tewas dalam penyergapan di dekat ibu kota Iran, Teheran, pada Jumat (27/11). namun hingga berita ini diturunkan Israel menolak berkomentar.

Awal November, pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan sekutu Iran di wilayah tersebut harus dalam kesiapan tinggi jika terjadi "kebodohan Amerika atau Israel" selama sisa masa jabatan Presiden AS Donald Trump.

Ketika ditanya apakah Israel kemungkinan akan menyerang Lebanon selama masa itu, Qassem mengatakan dia tidak yakin namun tetapi jika serangan terjadi, Hizbullah "sepenuhnya siap" untuk melakukan konfrontasi dan Hizbullah terakhir kali berperang melawan Israel pada 2006 silam.

 "Tidak mungkin akan ada serangan langsung ke Iran karena itu akan menyulut seluruh kawasan,  namun kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan serangan terbatas dan Iran siap untuk ini dan lebih banyak lagi, tetapi saya tidak melihat akan ada perang habis-habisan," Tandasnya.


Editor: DARMO SURYO

Komentar