Tahap 1, Sebanyak 31,9 juta penduduk Peru Siap Terima Vaksin Covid-19

tahap-1-sebanyak-319-juta-penduduk-peru-siap-terima-vaksin-covid-19 Tahap 1, Sebanyak 31,9 juta penduduk Peru Siap Terima Vaksin Covid-19. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Pemerintah Peru akhirnya menandatangi pengadaan vaksin Vaksin Covid-19 dengan Pfizer Inc dan program distribusi vaksin global COVAX. Dalam perjanjian tersebut tertuang bahwa perusahaan tersebut akan menyediakan 23,1 juta dosis bagi 31,9 juta penduduk Peru atau tiga perempat populasi rakyat Peru.

Dilansir dari LKBN Antara, Peru telah mengamankan vaksin COVID-19 dalam jumlah dosis yang cukup untuk memberi hampir tiga perempat populasinya, setidaknya satu dosis, ketika imunisasi sudah bisa dilakukan. Hal tersebut merupakan kabar gembira mengingat negara tersebut tercatat sebagai jumlah kematian COVID-19 tertinggi di dunia.

Kementerian Kesehatan Peru menyatakan telah menandatangani perjanjian yang mengikat dengan Pfizer untuk pembelian 9,9 juta dosis vaksin yang sedang dalam pengujian.

Sebanyak 13,2 juta dosis lainnya akan dibeli melalui COVAX, yang dipimpin oleh aliansi vaksin GAVI serta Organisasi Kesehatan Dunia dan bertujuan untuk mendorong pendistribusian vaksin secara adil.

COVAX telah menandatangani perjanjian untuk membeli vaksin dari perusahaan pembuat obat Prancis Sanofi serta serta perusahaan Inggris, GlaxoSmithKline dan AstraZeneca, juga dari Novavax.

Kementerian menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan laboratorium vaksin lain.

Sejauh ini, pemerintah Peru telah menandatangani perjanjian rahasia dengan 13 perusahaan farmasi dan perjanjian tidak mengikat dengan 10 di antaranya, kementerian menambahkan.

Menteri Kesehatan Pilar Mazzetti mengatakan pekan ini bahwa dia memperkirakan vaksin akan tiba di Peru pada kuartal pertama 2021 sebelum pemilihan umum pada 11 April, dan vaksin kemungkinan akan diberikan di pusat pemungutan suara.

Peru telah mencatat 111,55 kematian per 100.000 penduduknya, peringkat ketiga di dunia untuk kematian per kapita, menurut hitungan Reuters.


Editor: DARMO SURYO

Komentar