Doclang, Kuliner Khas Bogor dengan Bumbu Unik

doclang-kuliner-khas-bogor-dengan-bumbu-unik Doclang, Kuliner Khas Bogor dengan Bumbu Unik. ()

PINDAINEWS.-- Doclang, kuliner ini serupa tapi tak sama dengan kupat tahu yang sering kita jumpai. Nah, salah satu ciri khas dari doclang ini adalah dari pikulan besar dengan dua kaleng kerupuk berwarna hijau dan merah menjadi ciri khas dari penjual doclang.

Namun penjual kelliling doclang, kuliner khas kota hujan ini sudah agak sulit untuk ditemui. Namun, dibeberapa sudut kota Bogor masih bisa kita jumpai kuliner legendaris ini

Beberapa legenda penjual doclang ini masih bertahan namun tidak lagi berjualan secara keliling. Satu diantaranya adalah doclang Pak Odik di daerah Ciomas Bogor.

Dari berbagai sumber dan cerita turun temurun, doclang ini sudah ada sejak tahun 60. Pak Sodik atau akrab di sapa pa odik ini sudah berjualan sejak tahun 1976.

Setia pagi dia menyusuri kawasan pasir kuda ciomas hingga ke daerah Gunung Batu. Menyambangi pelanggan setia nya yang membeli doclang sebaga menu sarapan pagi.

Seiring dengan bertambahnya usia, Pak Odik tidak lagi berjualan secara berkeliling namun menempati sebuah kios sederhana di Jalan Pasir Kuda Ciomas sejak tahun 1995 hingga saat ini.

Menurut Ismail, putra pak odik yang meneruskan usaha yang telah dirintis oleh ayahnya tersebut, ada beberapa keistimewaan dari doclang ini.

Sepintas doclang ini mirip dengan kupat tahu yang umum ditemui di Kota Bandung. Perbedaan utamanya adalah pesor yakni lontong nasinya tidak dibungkus oleh daun pisang, tapi menggunakan daun patat (Maranta Arundinacea) sehingga memberi aroma khas.

Selain pesor, dalam satu porsi doclang ini ada tahu goreng, telur rebus, kentang rebus. Lalu ada pelengkap yakni touge, selada dan kerupuk lalu disiram dengan bumbu kacang kental. Nah, yang membuat doclang ini istimewa adalah tambahan kacang mede pada bumbu kacangnya.

Ismail, generasi ke dua penerus doclang pak odik ini mulai membuka kiosnya pukul 7 pagi hingga 2 siang. "Harga per porsinya Rp.10.000 Jika ditambah telur harganya Rp. 13.000" Ujar Ismail.

Ismail tetap mempertahankan rasa dari resep ayahnya. Sehingga dari dulu hingga sekarang rasanya tidak berubah dan mayoritas pelanggannya pun terus bertambah.

Sejuk saja Nani wijaya, Syahrul Gunawan, Vina panduwinata, Desi Ratnasari dan Bondan Winarno pernah mencicipi rasa dari doclang pak odik yang legendaris.

Jadi kalo ke Bogor biar kuat jalan jalan di Kebun Raya Bogor nya, tidak ada salahnya mencoba menu sarapan doclang pak odik.

Editor: DARMO SURYO

Komentar