Awal Pekan Kedua Januari, Rupiah Drop dan Lewati Rp 14.000

awal-pekan-kedua-januari-rupiah-drop-dan-lewati-rp-14000 rupiah terkoreksi cukup signitikan, yakni 105 poin.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Memasuki pekan kedua Januari 2021, perkembangan rupiah tidak menggembirakan. Sempat perkasa dan posisinya di bawah level psikologis, kali ini, rupiah lemas tak berdaya.

Pada penutupan transaksi antar-bank, Senin (11/1/2021), rupiah terkoreksi cukup signitikan, yakni 105 poin atau 0,75 persen. Kini, posisinya melewati angka psikologis, yaitu pada level  Rp 14.125 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi sebelumnya, yaitu Rp 14.020 per dolar AS.

Saat pembukaan transaksi tadi pagi, rupiah stabil, yakni tetap pada level Rp 14.020 per dolar AS. Pergerakan rupiah hari ini pada posisi Rp 14.020-Rp 14.155 per dolar AS.

Terkoreksinya rupiah pun terjadi pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), yang hari ini menunjukkan, posisi rupiah menjadi Rp 14.155 per dolar AS. Hari sebelumnya, rupiah menempati posisi Rp 14.058 per dolar AS.

"Ekspektasi bangkitnya perekonomian AS pada 2021, imbal hasil obligasi yang tetap kuat, dan pernyataan para pejabat bank sentral AS (The Federal Reserve alias The Fed) menyebabkan dolar AS sangat kuat. Ini berdampak pada rupiah ," tandas Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, kepada Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Senin (11/1/2021).

Dari dalam negeri, lanjut Ibrahim, yaitu survey BI menunjukkan, pada Desember 2020, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia menguat 96,5 persen. Sebenarnya, kondisi itu bisa  menjadi sinyal positif bagi rupiah.

Namun, lanjutnya, adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional alias Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya antisipasi wabah Covid-19, berpengaruh pada rupiah. 


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar