Jalur Terkikis, Perjalanan Kereta Terganggu

jalur-terkikis-perjalanan-kereta-terganggu Kondisi jembatan BH 1.120 Km 305+5/6 yang terkikis.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Dalam dunia transportasi, khususnya perkeretaan, banyak hal yang bisa menjadi kendala. Di antaranya, berkenaan dengan kondisi jalur.

Mayoritas, kondisi jalur kereta dipengaruhi faktor cuaca. Saat musim hujan, biasanya, kerap terjadi berbagai kendala yang mengganggu perjalanan. Misalnya, jalur tertutup longsor, jalur amblas, jalur terkisis, dan sebagainya. Kondisi itu yang terjadi pada wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasional (Daop) 5 Purwokerto.

Diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, pada pada Senin (11/1/2021) menjelang malam, terjadi pengikisan tanah pada jembatan BH 1.120 Km 305+5/6, yakni jalur antara Linggapura dan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jateng,Senin (11/1/2021) menjelang malam, terjadi pengikisan tanah pada jembatan BH 1.120 Km 305+5/6, yakni jalur antara Linggapura dan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jateng,

Pejabat yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto, Hendra Wahyono, Selasa (12/1/2021), mengemukakan, Pusat Pengendali PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto menerima informasi pengikisan jalur itu dari Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Linggapura, Senin (11/1/2021) pukul 17.45 WIB.

Hendra menjelaskan, kereta api terdekat yang saat itu akan melintas adalah KA 2728  (KA angkutan semen). Akibatnya, lanjut dia, kereta itu berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Linggapura. Setelah menerima informasi itu, sambung Hendra, Pusat Pengendali KA segera menghubungi petugas QC JJ 5.1 Purwokerto, Sk 3.3 Bumiayu, dan Kaur Jrk 5.1 Purwokerto untuk memantau gerusan lantai hidraulika pada sungai.

"Hingga kini, petugas masih melakukan normalisasi, Para petugas memeriksa posisi konstruksi pilar jembatan untuk memastikan, apakah posisinya aman atau tidak. Ini demi keselamatan dan keamanan perjalanan," jelasnya.

Secara otomatis, terjadinya pengikisan itu menyebabkan perjalanan kereta, baik dari barat maupun sebaliknya harus memutar via Kroya-Bandung-Cikampek.

Ada beberapa kereta yang harus memutar. Yakni, sebutnya, Gajayana (Malang-Gambir), Argodwipangga (Solobalapan-Gambir), Bima (Malang-Gambir), Bengawan (Purwosari-Pasarsenen), Jayakarta (Surabayagubeng-Pasarsenen), dan Senja Utama Solo (Solobalapan-Pasarsenen).

"Ada juga kereta yang memutar melalui Prupuk-Tegal. Yakni Gajayana (Gambir-Malang) dan Parcel Tengah," ucapnya..

Bahkan, ungkapnya, hari ini, pihaknya membatalkan perjalanan Kereta Kamandaka (Purwokerto-Tegal). Namun, lanjutnya, pihaknya tetap mengoperasikan Kamandaka khusus relasi Tegal-Semarang-Tawang. 

"Sedangkan Kereta Ranggajati (Cirebon-Surabayagubeng-Jember) harus  memutar melalui Tegal. Karenanya, kami memohon maaf atas terjadinya gangguan ini," katanya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar