Kejar Target, Israel Berusaha Wujudkan 800 Rumah di Tepi Barat

kejar-target-israel-berusaha-wujudkan-800-rumah-di-tepi-barat Kejar Target, Israel Berusaha Wujudkan 800 Rumah di Tepi Barat. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Rencana Israel melanjutkan pembangunan 800 rumah untuk umat Yahudi di Tepi Barat mendapat kecaman keras dari pemerintah Prancis. Israel berusaha keras mewujudkan rencananya tersebut sebelum jabatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berakhir pada 20 Januari mendatang.

"Kami mendorong seluruh pihak untuk tidak mengambil kebijakan secara sepihak karena itu dapat mengancam solusi dua negara yang telah disepakati bersama dan sesuai dengan aturan hukum internasional," Ujar  Kementerian Luar Negeri Prancis dikutip dari LKBN Antara. Rabu (13/1/2021)

Pihak Kementerian Luar Negeri Prancis telah melayangkan pernyataan tertulisnya terkait hal tersebut dan mendesak Israel untuk membatalkan rencana yang berpotensi akan menimbulkan konflik yang lebih luas dengan Palestina.

Seperti diketahui, Kantor Perdana Menteri Israel pada Senin (11/1) mengumumkan 800 rumah akan dibangun di daerah pendudukan, yaitu di Beit El dan Givat Zeev di daerah utara Yerusalem; serta di Tal Menashe, Rehelim, Shavei Shomron, Barkan, dan Karnei Shomron, yang ada di bagian utara Tepi Barat.

Keputusan sepihak Israel itu tampaknya bertujuan agar rencana pembangunan rumah di Tepi Barat dapat terus berlangsung, utamanya sebelum Joe Biden, presiden AS terpilih, resmi menjabat pada 20 Januari. Biden telah cukup lama aktif mengkritik rencana Israel membangun pemukiman di Tepi Barat.


Editor: DARMO SURYO

Komentar