Akibat Telat Sampaikan Laporan, Toyota Terkena Sanksi

akibat-telat-sampaikan-laporan-toyota-terkena-sanksi Toyota terkena sanksi 180 juta dolar AS.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Pepatah lebih cepat, lebih baik, sepertinya, ada benarnya. Terbukti, akibat keterlambatan menyampaikan pelaporan emisi kendaraan, raksasa otomotif Jepang, Toyota Motor Corporation, terkena sanksi.

Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara mewartakan, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menghukum Toyota  Motor Corporation berupa denda 180 juta dolar atau sekitar Rp 2,5 triliun dan mewajibkan mereka menyelesaikan penyelidikan sipil berkepanjangan oleh atas keterlembatan pengajuan laporan adanya cacat pada sistem emisi kendaraan.

Empat tahun silam, untuk kali pertama, Toyota Motor Corporation mengungkapkan kasus itu. Saat itu, Toyota Motor Corporation menyatakan bahwa mereka menjalani penyelidikan atas tertundanya penyampaian pelaporan kepada Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).

Pada pertengahan pekan ini, Kejaksaan AS di Manhattan menyatakan, pemerintah AS menggugat Toyota Motor Corporation secara perdata.  Kabarnya, Toyota Motor Corporation mencatatkan 180 juta dolar AS dalam biaya setelah pajak terhadap pendapatan pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2021.

Angka itu sebagai biaya yang berkaitan dengan perjanjian penyelesaian penyelidikan. Pemerintah AS menyatakan, penyelesaian itu menuntaskan pelanggaran sistematis dan berlangsung lama atas persyaratan pelaporan cacat tentang emisi yang diatur Undang Undang Udara Bersih.

Regulasi itu mewajibkan produsen melaporkan potensi kerusakan dan recall (penarikan unit) akibat adanya permasalahan pada komponen kendaraan yang rancangannya sebagai pengontrol emisi.

"Toyota tidak patuh. Mereka gagal memberikan pelatihan, perhatian, dan pengawasan tepat atas kewajiban pelaporan Clean Air Act," tandas seorang pengacara AS, Audrey Strauss.

Dia menambahkan, secara finansial, sikap Toyota Motor Corporation itu menghasilkan keuntungan finansial. Pada sisi lain, aksi itu menyebabkan emisi polutan udara berlebihan."

Toyota Motor Corporation menyatakan, sekitar lima tahun silam, pihaknya mengidentifikasi dan melaporkan kesenjangan proses yang berakibat tertundanya pengajuan pelaporan EPA non-publik tertentu, yakni berkenaan dengan emisi kendaraan.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar