Kasus Kerumunan Raffi Ahmad Dihentikan Polisi

kasus-kerumunan-raffi-ahmad-dihentikan-polisi R affi Ahmad saat menjalani vaksinasi Covid-19.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Usai melakoni vaksinasi Covid-19, selebriti ternama asal Bandung, Raffi Ahmad, disorot banyak kalangan. Pasalnya, pasca vaksinasi, Raffi Ahmad menghadiri sebuah pesta pernikahan. 

Dugaannya, saat itu, Raffi melanggar protokol kesehatan. Hal itu membuat jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya melakukan penyelidikan. 

Namun, karena tidak menemukan unsur pidana dalam acara itu, Polda Metro Jaya menghentikan kasus tersebut.

"Karena tidak terpenuhi persangka pasal, tidak cukup dua alat bukti, berdasarkan Pasal 184 KUHAP, penyelidikan kami hentikan," tandas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Yusri Yunus, seperti diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Kamis (21/1/2021).

Yusri mengemukakan, saat penyelidikan, Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan dan klarifikasi serta gelar perkara.

Hasilnya, tegas Yusri, pihaknya tidak menemukan pelanggaran dalam acara di rumah Richard Gelael tersebut. "Alasan yuridis pada Pasal 93 Juncto Pasal 9 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan ini, berdasarkan hasil gelar perkara, tidak terpenuhi, termasuk peraturan daerah aturan Kemenkes," tambahnya 

Yusri melanjutkan, pemilik rumah tidak mengundang para tamu.  Sebaliknya, ucap dia, para tamu lah yang memutuskan untuk menghadiri acara itu.

Hasil penyelidikan juga menunjukkan, kata dia, bahwa protokol kesehatan dalam acara itu terjaga. Misalnya, mewajibkan para tamu menjalani tes usap antigen sebelum memasuki areal acara..

Terpisah, Raffi Ahmad mengklarifikasi foto-fotonya yang menghadiri acara, yang menjadi viral pada media sosial itu karena dugaannya melanggar protokol kesehatan.

Melalui unggahan terbaru pada Instagram resminya, Raffi Ahmad meminta maaf kepada seluruh masyarakat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, atas kegaduhan yang terjadi. Dia pun mengakui kesalahannya melanggar protokol kesehatan, yaitu berkerumun dan tidak bermasker.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar