Stimulus Listrik Berlanjut, Kebutuhan Anggarannya Rp 4,57 Triliun

stimulus-listrik-berlanjut-kebutuhan-anggarannya-rp-457-triliun Petugas PLN memeriksa meteran listrik pelanggan.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Hingga kini, wabah Covid-19 masih menerpa Indonesia. Tentu saja, hal itu berdampak cukup signifikan bagi berbagai aktivitas, terutama perekonomian.

Melans ir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, demi meringankan perekonomian masyarakat akibat Covid-19, pemerintah memutuskan untuk menambah masa waktu pemberlakuan stimulus ketenagalistrikan hingga Maret 2021.

"Bentuknya, pemangkasan tarif tenaga listrik serta pembebasan ketentuan rekening minimum dan biaya beban atau abonemen. Kami mengapresiasi PT PLN (Persero) yang mendukung upaya-upaya pemerintah meringankan masyarakat terdampak Covid-19, khususnya stimulus Covid-19 pada 2020," tandas Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Munir Ahmad, Sabtu (23/1/2021).

Munir mengemukakan, tahun lalu, PT PLN (Persero) memberlakukan stimulus penagihan rekening listrik masyarakat. Melihat perkembangan yang terjadi, ucapnya, putusan pemerintah, memberlakukan stimulus ketenagalistrikan itu hingga Maret 2021.

Ini, tegasnya, merupakan upaya pemerintah meringankan beban masyarakat tidak mampu dan rentan, termasuk kelompok industri dan komersial pada masa pandemi Covid-19. 

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi, menambahkan, melalui Surat Direktur Jenderal (Dirken) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, pemerintah menginstruksikan PT PLN (Persero) untuk memberlakukan stimulus ketenagalistrikan pada 2021.

Rinciannya, ungkap Hendra, menambah masa pemberlakuan diskon Tarif Tenaga Listrik (TTL) bagi pelanggan golongan rumah tangga, bisnis, dan industri.

Pada golongan ini, ungkapnya, bagi pelanggan rumah tangga serta bisnis dan industri kecil  berdaya 450 Volt Ampere (VA) diskonnya 100 persen alias gratis biaya pemakaian dan beban.

"Bagi kalangan itu yang menggunakan sistem prabayar, kami memberikan token gratis setiap bulannya hingga Maret 2021, yang nilainya sama dengan 2020," ucapnya.

Bagi kalangan rumah tangga berdaya 900 VA bersubsidi, lanjut dia, diskonnya sebesar 50 persen biaya pemakaian dan beban. Begitu pula dengan pelanggan ini yang menggunakan sistem Prabayar. Diskon pembelian token, katanya, juga 50 persen.

Soal penggratisan abonemen, tambahnya, pemberlakuannuya bagi pelanggan sosial 220 VA, 450 VA, dan 900 VA. Termasuk, sambungnya, Pelanggan bisnis dan indsutri 900 VA.

Lalu, bagaimana dengan pelanggan sosial berdaya minimal 1.300 VA?

Hendra menyebutkan, berlaku Pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum bagi pelanggan PLN yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum (40 jam nyala).

Skema itu, sahut dia, berlaku bagi pelanggan golongan sosial, bisnis, industri yang berdaya minimum 1.300 VA. "Artinya, para pelanggan golongan ini tetapa membayar rekening TTL sesuai penggunaannya," tutup Hendra, seraya menambahkan, bahwa total kebutuhan anggaran program stimulus ini Rp 4,57 triliun bagi sekitar 33,7 juta pelanggan.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar