Aktivitas DPRD Kota Bandung Bergulir Lagi 25 Januari 2021

aktivitas-dprd-kota-bandung-bergulir-lagi-25-januari-2021 DRPD Kota Bandung alami penutupan hingga 25 Januari 2021.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Sebagai upaya meminimalisir penyebaran wabah Covid-19, termasuk para legislatif di Kota Bandung, gedung perkantoran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mengalami penutupan

Diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, jika situasinya memungkinkan, aktivitas Gedung Perkantoran DPRD Kota Bandung bergulir lagi pada 25 Januari 2021. Itu karena, DPRD Kota Bandung mengalami penutupan hingga 25 Januari 2021.

 Sebenarnya, penutupan ini merupakan masa penambahan waktu. Pasalnya, pemberlakuan penutupan Gedung DPRD Kota Bandung berlangsung hingga 16 Januari 2021. Akan tetapi, piminan DPRD Kota Bandung memutuskan penambahan masa waktu penutupan hingga 25 Januari 2021.

Ada beberapa hal yang menyebabkan perkantoran legislatif kota berjuluk Parisj van Java itu mengalami penutupan. Penyebabnya, berdasarkan hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab test (tes usap), sebanyak 25 orang yang bertugas di tempat itu terpapar Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, mengiyakan kabar tentang terpaparnya 25 orang tersebut. "Mereka terdiri atas anggota dewan dan sejumlah staf  DPRD Kota Bandung," tandas Edwin.

Mayoritas, lanjutnya, ke-25 orang yang terinfeksi Covid-19 tersebut tidak bergejala. Saat ini, lanjutnya, ke-25 orang itu menjalaini isolasi mandiri.

"Memang, Gedung DPRD Kota Bandung mengalami penutupan. Tapi, aktivitas para anggota dewan tetap berlangsung," kata Edwin, yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongkar Karya (Golkar) Kota Bandung.

Selain itu, pada awal 2021, beragam agenda, seperti rapat, musyawarah, dan lainnya belum padat. Jadi, jelasnya, anggota dewan masih tetap beraktivitas di daerah pemilihannya.

Tentang kondisi Ketua DPRD Kota Bandung, Teddy Rusmawan, yang juga terpapar Covid-19, Edwin menegaskan kondisinya semakin stabil.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar