Komentar DPRD Jabar Soal Budidaya Hasil Hutan Non-Kayu

komentar-dprd-jabar-soal-budidaya-hasil-hutan-non-kayu Jamur tiram, produk budidaya hasil hutan non-kayu.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Ternyata, Jabar punya beragam komoditas sumber daya alam (SDA) yang bisa berefek positif pada perekonomian. Satu di antaranya, hasil hutan-non-kayu. 

Di Desa Dawagung Kecamata Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, terdapat sebuah kelompok tani, Mekar Jaya, yang membentuk budidaya hasil hutan non-kayu. Kelompok ini memaksimalkan limbah serbuk gergaji untuk mengembangkan jamur kayu, yakni menjadi jamur kuping, jamur tiram, jamur coklat, jamur payung, dan lainnya.

Melansir laman resmi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, dprd.jabarprov.go.id, lembaga legislatif Tatar Pasundan ini menilai bahwa budidaya komoditas hasil hutan non-kayu bisa berdampak positif pada perekonomian.

"Budidaya jamur melalui pemanfaatan limbah serbuk gergaji menghasilkan beragam macam komoditas jamur yang bermanfaat besar," tandas anggota Komisi II DPRD Jabar, Yuningsih.

Manfaat besar itu, sebut Yuningsih, tidak hanya menjadi bahan pangan sehat. Namun, lanjutnya, budi daya jamur hasil pengolahan limbah serbuk gergaji itu pun bernilai bernilai ekonomis.

Dia menilai apa yang menjadi aktivitas Mekar Jaya sangat menarik. Pasalnya, jelas dia, aktivitas itu bisa menjadi pilot project bagi kelompok tani lainnya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar