Usai Suku Bunga Acuan Turun, Rupiah Terkoreksi Sangat Tipis

usai-suku-bunga-acuan-turun-rupiah-terkoreksi-sangat-tipis Petang ini, rupiah terkoreksi sangat tipis.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Hari ini, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menyesuaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) atau menjadi 35 persen. Sayangnya, seiring dengan hal itu, perkembangan rupiah kurang menggembirakan.

Pada penutupan transaksi antar-bank, Kamis (18/2/2021) petang, rupiah terkoreksi sangat tipis, yakni 5 poin atau 0,04 persen. Akibatnya, kini, rupiah berada pada level Rp 14.025 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi sebelumnya, yaitu Rp 14.020 per dolar AS.

Saat pembukaan transaksi, tadi pagi, rupiah pun tidak berdaya. Tadi pagi, rupiah berada pada level Rp 14.020 per dolar AS. Hari ini, pergerakan rupiah pada Rp 14.020-Rp 14.038 per dolar AS.

Kondisi yang sama juga terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI). Hari ini, JISDOR menunjukkanm, rupiah terkoreksi, dan posisinya  menjadi Rp 14.059 per dolar AS. Hari sebelumnya, posisi rupiah yaitu Rp 14.019 per dolar AS.

Kepada Lembaga Kantor  Berita Nasional (LKBN) Antara, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengemukakan,  terkoreksinya rupiah itu usai BI mengumumkan turunnya suku bunga acuan menjadi 3,5 persen.

Ibrahim meneruskan, ada sentimen yang membuat rupiah terkoreksi sangat tipis pada hari ini. Yaitu, ucap dia, data AS yang positif menjadi pendorong perkembangan dolar AS. Selain itu, lanjutnya, pada Januari 2021, di AS, penjualan ritel inti berkembang 5,9 persen.

Paket stimulus 1,9 triliun dolar AS yang diusulkan AS, juga menunjukkan perkembangan. Pada sisi lain, Bank Sentral AS, The Federal Reserve (Fed) merilis risalah pertemuan kebijakan. Risalah itu sebagai indikasi, bahwa The Fed bersedia melanjutkan kebijakan moneter akomodatifnya untuk meningkatkan pemulihan ekonomi AS.

BACA JUGA : 


Suku Bunga Acuan BI Turun Lagi


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar