Awal Pekan Terakhir Februari yang Kelabu, Rupiah Terkulai

awal-pekan-terakhir-februari-yang-kelabu-rupiah-terkulai Petang ini, rupiah terkoreksi 53 poin atau 0,37 persen.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Pekan terakhir Februari 2021, menjadi momen kelabu bagi perkembangan rupiah. Pasalnya, pada penutupan transaksi antar-bank, Senin (22/2/2021), rupiah terkulai.

Petang ini, rupiah terkoreksi 53 poin atau 0,37 persen. Posisinya menjadi Rp 14.118 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, rupiah berada pada level Rp 14.065 per dolar AS.

Terkoreksinya rupiah pun terjadi pada pembukaan transaksi tadi pagi. Saat itu, rupiah drop pada posisi Rp 14.070 per dolar AS. Hari ini, pergerakan rupiah pada kisaran Rp 14.070-Rp 14.130 per dolar AS.

Hal yang sama terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), yang hari ini, menunjukkan, rupiah terkoreksi dan posisinya menjadi Rp 14.098 per dolar AS. Hari sebelumnya, rupiah pada level Rp 14.085 per dolar AS.

Kepada Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, Senin (22/2/2021), mengemukakan, kokohnya dolar AS seiring dengan meningkatnya imbal hasil treasury AS yang disertai rilis data penjualan ritel yang kuat, berdampak pada perkembangan rupiah.

Sentimen lainnya, sambung dia, kasus positif Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat, berpengaruh negatif pada rupiah. Hingga kni, pertambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia masih melebihi 25 persen, jauh lebih besar daripada ambang batas The World Health Organization (WHO), yakni 5 persen.

"Terjadinya banjir di berbagai wilayah, utamanya, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), juga berpengaruh pada perkembangan rupiah," ucapnya.

Adanya sentimen global dan domestik itu mengakibatkan arus modal asing kembali keluar pasar finansial dalam negeri. Jadi, terangnya, adalah hal yang wajar apabila rupiah terkoreksi.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar