Tahun Ini, Kabupaten Bogor Terima Bantuan Provinsi Rp 364,3 Miliar

tahun-ini-kabupaten-bogor-terima-bantuan-provinsi-rp-3643-miliar Anggota DPRD Jabar, Asep Wahyuwijaya.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Pemberian bantuan bagi kota-kabupaten menjadi sebuah upaya untuk melancarkan berbagai program dan agenda pemerintah setempat. Itu pun dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Kabarnya, tahun ini, Pemprov Jabar siap menggelontorkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebanyak ratusan miliar. Tepatnya, Rp 364,3 miliar.

"Bantuan keuangan itu lebih besar daripada tahun sebelumnya, yang nilainya Rp 255 miliar," tandas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, Asep Wahyuwijaya, kepada Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

Asep Wahyuwijaya menjelaskan, pemberian bantuan itu mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 99/2020. Isinya, jelas dia, tentang penjabaran Aanggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ttahun Anggaran 2021.

Dia  mengemukakan, bantuan keuangan terbesar adalah bagi pembangunan infrastuktur fisik kesehatan dan penambahan fasilitas kesehatan pada beberapa rumah sakit (RS). Total bantuannya, sebut dia, yakni Rp 184,2 miliar.

Asep Wahyuwijaya melanjutkan, alokasi terbesar anggaran sektor kesehatan yaitu pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru di Cogreg, Kecamatan Parung, Bogor, yang bernilai Rp 112,6 miliar.

Alokasi anggaran terbesar berikutnya, tambah dia, pembangunan ruas jalan dan rumah khusus korban bencana banjir-longsor di wilayah barat Kabupaten Bogor.  

"Ada beberapa ruas yang segera menjalani proses pembangunan. Yaitu Cigudeg-Kiarasari-Cisangku senilai Rp 28,7 miliar dan Kiarabeha-Pasirmadang-Cileuksa senilai Rp 25 miliar," sebutnya. Sedangkan bantuan pembangunan rumah khusus korban bencana di Cigudeg dan Sukajaya, yaitu Rp 25 miliar.

Selanjutnya, imbuh dia, bantuan revitalisasi Pasar Cisarua tahap II senilai Rp 25 miliar. Lalu, sambung dia, pembangunan Alun Alun Cirimekar Cibinong sejumlah Rp 10,7 miliar. "Juga, jaminan kesehatan warga penerima bantuan iuran (PBI) senilai Rp53,8 miliar," tuturya.

Selain itu, sahut dia, juga terdapat bantuan sarana dan prasarana pendidikan senilai Rp 5 miliar. Selanjutnya, ujar dia, berupa bantuan anggaran kesejahteraan guru bantu di wilayah terpencil senilai Rp 3,9 miliar.

"Berikutnya, bantuan pengembangan kopi robusta dan Desa Wisata Kopi di Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari senilai Rp 2,5 miliar, dan kegiatan TNI (Tentara Nasional Indonesia) Membangun Desa di Kecamatan Tenjo dan Cigudeg senilai Rp 385 juta," tutupnya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar