Tidak Kapok, Pemkot Harus Siapkan Sanksi Prokes yang Lebih Berat

tidak-kapok-pemkot-harus-siapkan-sanksi-prokes-yang-lebih-berat Sebuah tempat hiburan malam yang langgar prokes Covid-19.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk memerangi, meminimalisir, sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Begitu pula dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Buktinya, saat ini, sebagai upaya memerangi Covid-19, Pemkot Bandung menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung Nomor 4/2021 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsianal. 

Dalam Perwal Nomor 4/2021 itu terdapat beragam sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan. Ironisnya, masih banyak kalangan, satu di antaranya pengelola tempat hiburan malam, yang tidak mengindahkan regulasi tersebut.

Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Agus Priono, Selasa (22/2/2021) mengemukakan, periode Januari-Februari 2021, terdapat 23 tempat hiburan malam yang melanggar protokol kesehatan.

Bentuk pelanggarannya, kata Agus, berkenaan dengan protokol kesehatan dan jam operasional. "Tempat hiburan malam selalu melanggar protokol kesehatan dan jam  operasioanal. Mereka tidak jera meski Pemkot Bandung menerapkan dan memberlakukan sanksi," tandas Agus. 

Dalam hal pelanggaran protokol kesehatan, jelas Agus, bentuknya tidak adanya upaya jaga jarak. Sedangkan soal jam operasional, tambahnya, banyak tempat hiburan malam yang tetap beraktivitas melebihi batas maksimal jam operasional selama pemberlakuan PSBB Proporsional.

Pihaknya, ujar Agus, kerap melakukan operasi senyap. Namun, ungkapnya, masih banyak terjadi pelanggaran. Modusnya, kata dia, secara kucing-kucingan. 

"Untuk modus kucing-kucingan, mereka sengaja tutup pukul 20.00. Tapi, beberapa waktu berikutnya, buka lagi hingga tengah malam bahkan dini hari," paparnya. 

Meski ada sanksi, Agus menyatakan, hal itu tidak membuat para pengelola tempat hiburan malam yang membandel tidak jera. Perkiraannya, jelas Agus, bentuk sanksinya ringan, yaitu denda Rp 500 ribu dan penyegelan selama 3 hari.

Karenanya, berdasarkan itu, pihaknya berencana memperberat sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Akan tetapi, ujar dia, tentunya, hal itu harus melalui pengkajian. 

Dia berpendapat, agar para pelanggar protokol kesehatan, utamanya pengelola hiburan malam jera,, idealnya, sanksi denda sekitar Rp 5-10 juta. Berkenaan dengan hal itu, Agus menuturkan, pihaknya masih menunggu putusan selanjutnya. 

"Yang pasti, kami terus melakukan operasi. Meski sanksi tidak membuat efek jera, kami tetap jalani prosedur," tutupnya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar