Jadi Saksi Edhy Prabowo, KPK Panggil Seorang Mahasiswa

jadi-saksi-edhy-prabowo-kpk-panggil-seorang-mahasiswa KPK panggil seorang mahasiswa jadi saksi Edhy Prabowo.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Hingga kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggencarkan berbagai upaya pencegahan dan pengungkapan sejumlah kasus dugaan penyelewengan, baik korupsi, suap, maupun gratifikasi. Satu di antaranya, kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster (benur) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam kasus suap izin benih lobster, KPK menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan non-aktif, Eddy Prabowo, dan beberapa lainnya sebagai tersangka. Meski demikian, KPK terus mengumpulkan data dan fakta tentang perkara itu. Yang terbaru, KPK memanggil 6 orang sebagai saksi. 

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengiyakan, bahwa pada Selasa (23/2/2021), pihaknya memanggil sejumlah saksi lagi. "Ke-6 saksi itu untuk tersangka Edhy Prabowo," tandas Ali Fikri.

Pemanggilan itu, jelasnya, sebagai upaya pengumpulan bukti sekaligus dan melengkapi berkas perkara Edhy Prabowo. Ke-6 saksi itu, sebutnya, antara lain, Pimpinan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero) Cabang Cibinong Bogor Alex Wijaya.

Kemudian, kata Ali Fikri, Gellwynn DH Yusuf yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Lalu, sambungnya, seorang karyawan swasta yakni Badriyah Lestari. Selanjutnya, sebut Ali Fikri, 2 orang notaris, yaitu Alvin Nugraha dan Lies Herminingsih seta seorang mahasiswa, Lutpi Ginanjar.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan 7 orang sebagai tersangka. Sebanyak 6 di antaranya berstatus tersangka penerima suap, 1 lainnya adalah tersangka pemberi suap.

Ke-6 tersangka penerima suap tersebut yakni Edhy Prabowo, Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence), Safri (SAF), dan Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence), Andreau Misanta Pribadi. Tiga lainnya yaitu Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo yakni Amiril Mukminin, pengurus PT Aero Citra Kargo, Siswadi, serta staf isteri Edhy Prabowo, Ainul Faqih.

Sedangkan pemberi suap, yakni KPK menetapkan Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP), Suharjito, sebagai tersangka. Saat ini, Suharjito menjalani proses persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar