Suap Perizinan Kota Cimahi, KPK Periksa Dirut Hutama Karya Aspal Beton

suap-perizinan-kota-cimahi-kpk-periksa-dirut-hutama-karya-aspal-beton KPK Periksa Dirut Hutama Karya Aspal Beton, soal suap di Kota Cimahi.. (net)

PINDAINEWS -- Hingga kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bosan-bosannya melakukan upaya-upaya konkret untuk memberantas aksi suap, korupsi, dan gratifikasi. Termasuk menangangi dan mengungkap dugaan suap perizinan yang melanda Pemerintah Kota (Pemkot) Cimhai Tahun Anggaran 2018-2020.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wali Kota Cimahi non-aktif, Ajay Muhammad Priatna, sebagai tersangka. Sebagai upaya pengungkapan kasus tersebut, melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, hari ini, KPK memanggil dan memeriksa Direktur Utama PT Hutama Karya Aspal Beton, Dindin Solakhuddin.

"Pemanggilannya (Dindin Solakhuddin) adalah sebagai saksi penyidikan kasus dugaan suap perizinan di Kota Cimahi, TA 2018-2020 untuk tersangka bernama Ajay Muhammad Priatna," tandas Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (24/2/2021).

Ali Fikri meneruskan, sebenarnya, pada 4 Januri 2021, pihaknya memanggil Dindin Solakhuddin sebagai saksi bagi Ajay Muhammad Priatna. Akan tetapi, ujarnya, saat itu, Dindin Solakhuddin tidak bisa memenuhi pemanggilan tersebut. Penyebabnya, jelas Ali Fikri, ketika itu, Dindin Solakhuddin sakit.

Tidak hanya Ajay Muhammad Priatna, tuturnya, berkenaan dengan perkara di Cimahi ini, pada 28 November 2020, pihaknya menetapkan an Komisaris Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda, Kota Cimahi, Hutama Yonathan, sebagai tersangka. Dugaan kuat, Hutama Yonathan, yang kini menjalani persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, berperan sebaga pemberi suap kepada Ajay.

Khusus Ajay Muhammad Priatna, Ali Fikri mengutarakan, pihaknya menambah masa penahanan hingga 30 hari mendatang, yaki 26 Februari-27 Maret 2021. "Ini kami lakukan karena tim penyidik berencana memanggil beberapa saksi lain untuk melengkapi berkas perkara penyidikan Ajay Muhammad Priatna," terangnya.

Dalam kasus ini, kuat dugaan, Ajay Muhammad Priatna telah menerima dana suap Rp 1,661 miliar. Kesepakatan awalnya, ungkap Ali Fikri, yakni Rp 3,2 miliar.  Dana suap itu tentang perizinan RSU Kasih Bunda TA 2018-2020.

BACA JUGA : 


KPK Perpanjang Kembali Masa Penahanan Walikota Non Aktif AJM


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar