Langgar Jam Operasional PSBB, Kini, Sanksinya Lebih Berat

langgar-jam-operasional-psbb-kini-sanksinya-lebih-berat Di Bandung, sanksi bagi pelanggar jam operasional lebih berat lagi.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Seiring dengan masih maraknya pelanggaran jam operasional, yang kuat dugaan, dilakukan kalangan pelaku usaha, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, akhirnya, memberlakukan sanksi yang lebih berat lagi.

Pemberlakuan sanksi itu berdasarkan terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 6/2021 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Regulasi itu berlaku mulai 24 Februari 2021. 

Perwal Kota Bandung Nomor 6/2021 menetapkan sanksi penyegelan bagi para pelaku usaha menjadi lebih lama, yakni 14 hari. Selama ini, sanksi penyegelan berlangsung 3 hari. 

"Selain itu, tidak ada peringatan jika terjadi pelanggaran. Langsung segel," tandas Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Ema Sumarna, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Bandung, Rabu (24/2). 

Tidak adanya warning, jelas Ema, menunjukkan bahwa pihaknya bersikap tegas kepada para pelanggar regulasi protokol kesehatan.  Bahkan, tegasnya, jika pelanggarannya berulang, pihaknya tidak segan-segan mencabut izin usaha.

Namun, dalam Perwal Bandung Nomor 6/2021 itu, Pemkot Bandung tidak mengubah jam operasional. Artinya, pemberlakuan jam operasional dunia usaha masih sama denga Perwal Nomor 4/2021. 

"Tidak ada perubahan pemberlakuan jam operasional, yakni tetap selama pukul 10.00-21.00 WIB. Pemberlakuan jam operasional itu berlaku bagi restoran maupun tempat hiburan. Yang berubah adalah sanksi," tutupnya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar