Apa Efek PPnBM dan DP 0 persen Bagi Pasar Mobil Bekas?

apa-efek-ppnbm-dan-dp-0-persen-bagi-pasar-mobil-bekas Pasar mobil bekas bisa terpengaruh oleh pemberlakuan PPnBM.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Beberapa waktu lalu, pemerintah memberlakukan relaksasi pada sektor keuangan, yaitu pemberlakuan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan mobil baru yang berkapasitas engine tidak melebihi 1.500 cc. 

Selain itu, Otoritas Jaa Keuangan (OJK) pun menerbitkan kebijakan baru pada sektor otomotif. Bentuknya, pemberlakuan down payment (DP) alias uang muka 0 persen. Tidak tertutup kemungkinan, pemberlakuan dua regulasi baru itu berdampak pada perkembangan pasar mobil bekas (mobkas) di tanah air.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, CEO OLX Group Indonesia, Johnny Widodo, berpendapat, pemberlakuan PPnBM bagi kendaraan baru berkapasitas tidak melebihi 1.500 cc dan DP 0 persen bisa berpengaruh pada harga mobkas. 

"Selain itu, juga berpengaruh pada konsumen, terutama,  saat menentukan pembelian," kata CEO OLX Group Indonesia Johnny Widodo melalui jumpa pers daring, Kamis.

Dia berpendapat, pemberlakua PPnBM kendaraan baru dan DP 0 persen itu menimbulkan banyak perkiraan perhitungan kasar harga mobil. Meski demikian, sambungnya, kondisinya bergantung pada perkembangan transaksi 3-6 bulan mendatang.

Dia berpendapat, seiring dengan pembelian mobil  baru, tentunya, tidak sedikit pula masyarakat yang menjual mobil lamanya. Secara otomatis, kata Johnny, terjadi perubahan dan perbedaan, yakni market price (harga pasar).

Insentif PPnBM itu, tambahnya, bisa menyebabkan adanya diskon harga mobil baru yang perkiraannya, hingga puluhan juta rupiah. Karenanya, sambung dia, pemberlakuan PPnBM itu bisa menghadirkan tren baru. 

"Yakni, penjual mobil bekas ingin menjual kendaraan dalam harga yang sedikit lebih tinggi karena ia merasa membayar PPnBM," sambungnya. Akan tetapi, ujar dia, calon pembeli tentunya berkeberatan jika harus membeli kendaraan bekas yang harganya termasuk mahal. 

Johnny memperkirakan, kondisi tersebut hanya bersifat short term (jangka pendek). Perkembangannya, sahut dia, baru terlihat pada 1-3 bulan pertama pelaksanaan PPnBM tersebut.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar