Soal Bansos Jabodetabek, Politisi PDIP Dipanggil KPK

soal-bansos-jabodetabek-politisi-pdip-dipanggil-kpk Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Ada babak episode baru dalam kasus dugaan suap program Bantuan Sosial (Bansos) di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) 2020, yang menyeret Menteri Sosial non-aktif, Juliari Peter Batubara (JPB), serta 2 orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW).

Yaitu, berupa pemanggilan politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ihsan Yunus. 

Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara mewartakan, hari ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ihsan Yunus, yang juga mantan Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PDIP. 

"Pemanggilannya sebagai saksi tersangka bernama Matheus Joko Santoso berkenaan dengan penyidikan kasus dugaan suap pengadaan Bansos Jabodetabek 2020," tandas Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (25/2/2021).

Sebenarnya, ungkap Ali Fikri, pada 27 Januari 2021, pihaknya memanggil Ihsan, yang kini tercatat sebagai Anggota Komisi II DPR RI. Akan tetapi, saat itu, Ihsan tidak memenuhi nya karena belum menerima surat pemanggilan.

Belum lama ini, tukasnya, KPK pun menggeledah sebuah rumah di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, yang dugaannya milik Ihsan. Akan tetapi, dalam penggeledahan itu, tim penyidik KPK tidak menemukan barang bukti yang berkenaan dengan dugaan suap bansos tersebut.

Dalam kasus Bansos Jabodetabek itu, selain Ihsan, tutur Ali Fikri, pihaknya pun memanggil lima saksi lainnya untuk Matheus. Mereka yakni Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha, dan Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal, Munawir.

Tiga lainnya, sambung Ali Fikri, yaitu Direktur PT Asri Citra Pratama, Mutho Kuncoro, beserta 2 Anggota Tim Pengadaan Barang atau Jasa Bansos Sembako Penanganan Covid-19, Firmansyah dan Rizki Maulana.

Berkenaan dengan perkara ini, KPK menetapkan 5 tersangka. Tidak hanya Juliari Peter Batubara, Matheus Joko Santoso, dan Adi Wahyono, KPK pun Harry Van Sidabukke dan Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, selaku pemberi suap. Dua nama terakhir, kini, berstatus terdakwa.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar