Pupuk Indonesia Terbitkan Obligasi senilai Rp2,75 triliun

pupuk-indonesia-terbitkan-obligasi-senilai-rp275-triliun PT Pupuk Indonesia bersiap terbitkan Obligasi.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Banyak upaya yang dilakukan sejumlah korporasi, termasuk yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk meningkatkan performa bisnisnya. Di antaranya, menerbitkan obligasi.

Diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, sebagai upaya untuk lebih menopang kinerja bisnisnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) bersiap menerbitkan obligasi bernilai Rp 2,75 triliun. Peberbitan itu Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2021.

Rencananya, PT Pupuk Indonesia (Persero) menawarkan obligasi itu dalam tiga seri. Obligasi Seri A bernilai pokok Rp 350 miliar, kupon obligasi 5,60 persen per tahun, dan jangka waktu obligasi 3 tahun. 

Lalu, Obligasi Seri B bernilai pokok Rp1,6 triliun, kupon 6,20 persen per tahun, dan jangka waktu obligasi 5 tahun. Sedangkan Obligasi Seri C, bernilai pokok Rp 800 miliar, kupon obligasi 7,20 persen per tahun, dan jangka waktu obligasi 7 tahun. Pembayaran bunga setiap tiga bulan sejak tanggal emisi.

Direktur Keuangan Pupuk Indonesia (Persero), Eko Taufik Wibowo, mengemukakan,  mengatakan penerbitan obligasi merupakan bentuk aksi korporasi jajarannya untuk mendiversifikasi sumber pendanaan eksternal,  selain bersumber pada perbankan. 

"Kami optimis, obligasi ini terserap pasar. Itu karena situasi pasar dalam kondisi positif. Demand obligasi korporasi juga tinggi. Saat penawaran awal, oversubscribed mencapai Rp 6 triliun," tandas Eko, Kamis (26/2/2021).

Eko melanjutkan, pihaknya berencana memanfaatkan dana penawaran obligasi bagi dua anak perusahaannya, PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Indonesia Logistik. 

PT Petrokimia Gresik menggunakan dana penawaran obligasi itu sebesar Rp 2,510 triliun untuk melunasi kredit investasi. PT Pupuk Indonesia Logistik memanfaatkan dana penawaran obligasi bernilai Rp 240 miliar untuk melunasi kredit modal kerja.

Berkenaan dengan penerbitan obligasi, Eko mengutarakan, pihaknya menunjuk 4 perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Yaitu, sebutnya, PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT dan BRI Danareksa. Selain itu, ujar dia, pihaknya pun menunjuk PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat.

"Penerbitan ini merupakan langkah lanjutan Obligasi Berkelanjutan II. Penerbitan Tahap I berlangsung September 2020. Kami menjadwalkan penawaran umum obligasi pada 4-5 Maret 2021. Untuk penjatahan, pada 8 Maret 2021," paparnya.

Pendistribusiannya secara elektronik dan tanggal pengembalian uang pesanan, imbuhnya, pihaknya menetapkannya pada 10 Maret 2021. Sedangkan pencatatan obligasi pada Bursa Efek Indonesia (BEI), tambah Eko, pada 15 Maret 2021.

 

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar