Benarkah Jokowi Terbuka Dikritik? Revisi Dulu UU ITE

benarkah-jokowi-terbuka-dikritik-revisi-dulu-uu-ite Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan bantuan modal kerja bagi pelaku usaha mikro dan kecil,. (Foto: Sekretariat Kabinet)

PINDAINEWS.Jakarta--Menko Polhukam Mahfud MM menanggapi wacana Revisi UU ITE yang dilontarkan Presiden Jokowi pada rapat Pimpinan TNI-Polri di Istana Negara, Jakarta pada Senin (15/2/2021).

Mahfud mengatakan, untuk menanggapi pernyataan jokowi itu, pihaknya  akan mebuat dua tim khusus, yaitu tim analisa Revisi UU ITE dan  tim yang menyiapkan Pedoman Interpretasi.

Pengamat politik Fajar Arif Budiman menanggapi, jika pemerintah fokus pada Revisi UU ITE, maka akan jauh lebih menguntungkan bagi Presiden Jokowi. Menurutnya, keputusan untuk merevisi menguatkan pernyataan Jokowi mengenai keterbukaanya terhadap kritik. 

“Jika Jokowi memang terbuka untuk kritik, UU ITE harus direvisi," ujar Fajar Arif, melalui keterangan resminya, Sabtu (27/2/2021).

Ia memandang, pasal pada UU ITE saat ini membuat pemerintahan Jokowi menjadi anti kritik. Hal itu dilihat oleh publik dengan banyak nya pengkritik yang dilaporkan menggunakan pasal dalam UU ITE.

“Terhitung sampai oktober 2019 saja, pelaporan yang ada di Kepolisian RI sudah mencapai 3.100  kasus,”ungkapnya.

Sedangkan, jika pemerintah memilih untuk mebuat pedoman interpretasi. Opini publik akan berbalik negatif dengan pernyataan Jokowi sebelumnya.

“Publik akan menganggap pemerintah justru memperkuat kriminalisasi menggunakan Pedoman interpretasi,” katanya.


Editor: DARMO SURYO

Komentar