Kopi Kabupaten Bandung Tembus Pasar Eropa

kopi-kabupaten-bandung-tembus-pasar-eropa Kopi Gunung Puntang pergunungan Malabar Kabupaten Bandung.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Sejak lama, sebenarnya, Jabar memiliki beragam komoditas agro yang berkualitas global. Satu di antaranya, kopi. Hal ini membuat kopi Jabar memiliki potensi ekonomi yang sangat terbuka.

Melihat besarnya potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung berkomitmen untuk berperan aktif mengembangkan komoditas kopi. Satu di antaranya, memperlebar pangsa pasarnya.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, jajaran Pemkab Bandung siap membuka peluang lebih besar bagi para petani dan produsen kopi agar bisa terus mengekspor kopi ke berbagai negara.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Bandung, Marlan, mengemukakan, dalam hal kopi, Kabupaten Bandung memang berpotensi besar. Hal itu, jelasnya, terlihat pada terdapatnya lahan yang cukup luas. "Sangat perlu dan penting untuk memperbesar potensi itu. Caranya, meningkatkan nilai tambah dan daya saing kopi," tandas Marlan.

Dia berpendapat, masyarakat tidak perlu meragukan kualitas kopi asal Kabupaten Bandung. Itu karena, kopi produk Dalem Bandung ini diakui publik mancanegara.

Akan tetapi, agar lebih berdaya saing, Marlan menyatakan, perlu sebuah upaya-upaya konkret, termasuk, meningkatkan pasar ekspor. Caranya, memproduksi kopi sesuai standar negara-negara tujuan ekspor.

Marlan menjelaskan, adanya standar negara-negara tujuan ekspor itu menunjukkan bahwa tidak seluruh jenis kopi asal Kabupaten Bandung bisa menjadi komoditas ekspor. "Jadi, para petani perlu memahami standar target pasar," terangnya.

Dasar itulah, tegas dia, yang membuat jajarannya menggulirkan pembinaan standardisasi kopi bagi para petani. Hal itu, jelas dia, untuk menjamin kualitas dan ketersediaan komoditi ekspor terus berkelanjutan. 

Periode Februari 2021, ungkapnya, ekspor kopi Kabupaten Bandung mencapai 6 ton kopi speciality berjenis arabika. Negara tujuannya, sebut dia, Jerman, tepatnya, Hamburg. Polanya, sambung Marlan, ekspor kolaborasi antara perusahaan dan petani.

Selain Jerman, imbuh Marlan, kopi asal Kabupaten Bandung pun menembus beberpaa negara kawasan lainnya. Misalnya, sebut dia, kawasan Timur Tengah, Australia, dan Selandia Baru.

Melihat hal itu, Marlan optimistis bahwa peluang ekspor bagi petani kian terbuka lebar. Dia berpendapat, kualitas kopi asal Kabupaten Bandung melebihi rata-tara. Jadi, tambahnya, harga jualnya pun cukup fantastis, yakni hampir 14 dolar Amerika Serikat (AS) per kilogram. 


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar