Bikin Resah, Anggota Fraksi PAN DPR RI Desak Perpres Miras Direvisi

bikin-resah-ketua-fraksi-pan-dpr-ri-desak-perpres-miras-direvisi Ilustrasi minuman keras (Miras). (net)

PNDAINEWS--Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal segera ditinjau ulang. 

Menurutnya, Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 Februari 2021 ini berpotensi menimbulkan polemik dan keresahan masyarakat. Pasalnya, adanya pasal yang mengatur investasi minuman keras (miras).

"Harus direview dan dikaji serius," tegas Daulay, dilansir dari laman DPR RI, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, manfaat dari  investasi dalam bidang industri miras sangatlah sedikit. Sebaliknya, mudarat dari miras justru lebih banyak.

Saleh bahkan mendesak agar Perpres itu segera direvisi dengan mengeluarkan pasal-pasal tentang miras. Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR ini mempertanyakan sikap penerintah yang membolehkan investasi miras di beberapa provinsi tertentu. 

"Pertanyaannya, apakah nanti miras tersebut tidak didistribusikan ke provinsi lain? Sekarang saja yang belum ada aturan khusus seperti ini, perdagangan miras sudah banyak ditemukan di tengah masyarakat. Dengan Perpres ini, tentu akan lebih merajalela lagi," keluhnya.

Saleh mengkhawatirkan semakin maraknya miras oplosan, ilegal, dan palsu bila Perpres tidak direvisi. Miras oplosan, ilegal, dan palsu ini sangat mungkin beredar di luar provinsi yang diizinkan dalam Perpres. 

Aparat kepolisian dan BPOM sudah sering menangkap para pelakunya, merupakan fakta bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menolak miras.

“Ingat, miras potensial memicu tindakan kriminalitas. Para peminum miras sering melakukan kejahatan di luar alam bawah sadarnya. Pengaruh minuman memang sangat tidak baik. Kalau sudah kecanduan, sulit untuk menormalisasikannya kembali," tegas Daulay.

Editor: Haris Pam

Komentar