Laut Banda Diguncang Gempa M5,8, Begini Analisisnya

laut-banda-diguncang-gempa-m58-begini-analisisnya Lokasi gempa bumi terletak di laut pada koordinat 5,64°LS dan 130,89°BT, pada kedalaman 10 km.. (PVMBG)

PINDAINEWS--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi menjelaskan soal gempa bumi dengan magnitudo (M5,8), yang terjadi pada hari ini, Minggu (7/3/2021) pukul 08:22:10 WIB di Laut Banda, Provinsi Maluku. 

Kepala PVMBG, Andiani dalam siaran beritanya mengatakan, lokasi gempa bumi ini terletak di laut pada koordinat 5,64°LS dan 130,89°BT, pada kedalaman 10 km. Pusat gempa berjarak sekitar 205 Kilometer barat Kota Langgur (ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku). 

Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 5,688°LS dan 130,774°BT, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 86 km. 

Sementara menurut data GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 5,68°LS dan 130,84°BT, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 84 km.

Lokasi pusat gempa bumi tersebut, kata Andiani, terletak dekat dengan daerah Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batugamping) dan endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). 

Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. 

Kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas zona penunjaman di laut Banda. Mekanisme pada zona penunjaman umumnya adalah sesar naik. 

Zona penunjaman ini membentang mulai dari tenggara pulau Timor, selatan Kepulauan Babar, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok  hingga utara Pulau Seram. 

Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda diperkirakan pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang dapat terjadi apabila dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.  

Editor: Haris Pam

Komentar