Catat, Inilah Syarat Beasiswa Sarjana ke Timur Tengah

catat-inilah-syarat-beasiswa-sarjana-ke-timur-tengah Kementerian Agama (Kemenag) RI membuka program beasiswa studi sarjana ke Timur Tengah.. (net)

PINDAINEWS--Ada sejumlah syarat utama yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kesempatan beasiswa studi sarjana (S1) ke Timur Tengah, yang telah ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Diktis M. Adib Abdushomad, mengungkapkan bahwa proses seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. 

Dikatakan, akibat pandemi Covid-19, seluruh proses seleksi tahun ini akan dilaksanakan secara online (computer based test/CBT). 

“Seleksi akan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu CBT dan wawancara. Tahun ini seleksi pada tahap wawancara dengan materi hafalan al-Qur’an, baca kitab kuning serta wawasan keislaman dan kebangsaan,” terang Adib, dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Minggu (7/3/2021). 

Menurutnya, rencana proses pendaftaran akan dilaksanakan pada bulan April 2021 dan akan diumumkan lebih lanjut melalui surat resmi.

Pada kesempatan ini juga dihasilkan beberapa point rekomendasi untuk perbaikan proses seleksi mahasiswa ke Timur Tengah dan pembinaan mahasiswa yg sedang belajar di luar negeri, yang akan disampaikan kepada Menteri Agama Yaqut  Cholil Qoumas.

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam tengah mematangkan persiapan studi tersebut, di mana salah satu bahasan yang dilakukan terkait prosedur keberangkatan penerima beasiswa. 

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Suyitno menyampaikan bahwa semua proses pemberangkatan mahasiswa ke timur tengah atau negara lain, utamanya yang melibatkan Kemenag RI, merupakan bentuk kerjasama antar pemerintah dengan pemerintah. 

“Semua harus dilakukan dengan aturan dan regulasi yang telah diatur oleh negara, jangan sampai ada pemberangkatan yang tidak sesuai prosedur lagi," kata Suyitno.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah kriteria penerima beasiswa. Suyitno meminta para calon mahasiswa yang akan berangkat dipastikan memiliki tiga syarat yang ditetapkan.

Syarat pertama, kemampuan bahasa yang bagus sebagai ilmu alat dalam belajar dan komunikasi; kedua, kompetensi akademik yang kuat agar proses pembelajaran bisa selesai dengan tepat waktu; dan ketiga, memiliki komitmen wawasan kebangsaan terhadap NKRI dan pemahaman Islam Wasathiyah. 

Editor: Haris Pam

Komentar