Andalkan Impor, Pemerintah Ogah Tingkatkan Produksi Jahe Dalam Negeri

andalkan-impor-pemerintah-ogah-tingkatkan-produksi-jahe-dalam-negeri (Dok. Dinas Pertanian Jabar). ()

PINDAINEWS--Dalam memenui permintaan pasar dalam negeri, pemerintah mengimpor 24,4 ribu ton jahe pada 2020 dan 2021. Jumlah tersebut terdiri atas 17.893,6 ton jahe yang diimpor dari 79 perusahaan sepanjang tahun lalu dan 6.524,2 ton jahe yang diimpor dari 46 perusahaan pada tahun ini.

Persoalan itu disoroti Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, karena kebijakan impor benar-benar tidak mendukung kesejahteraan petani Indonesia. Ia mendorong peningkatan produksi jahe dalam negeri agar bisa menghentikan impor komoditas tersebut.

LaNyalla menegaskan, pemerintah harusnya memberikan perhatian serius terhadap persoalan impor jahe ini yang permintaan pasarnya cukup tinggi. 

"Sayang hal ini tidak diimbangi penambahan produksi. Inilah alasan akhirnya jahe diimpor. Tapi, tentu keputusan ini tidak mendukung kemakmuran petani kita," katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

La Nyalla yang juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu berharap pemerintah sigap dalam menghadapi permintaan pasar. Dikatakan, di Indonesia setiap kabupaten memiliki dinas pertanian yang dapat secara cepat merespons kebutuhan pasar terhadap jahe. 

"Hal ini menjadi kesempatan bagi petani untuk memiliki penghasilan saat masa pandemi. Jadi sekali lagi, orientasi impor harus terus dievaluasi," katanya.

Menurutnya, hal seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah kabupaten yang memiliki peluangpeluang memproduksi jahe atau tanaman lainnya yang mampu ditingkatkan, jika tren permintaan pasar meningkat.

Senator asal Jawa Timur tersebut menambahkan bahwa di Indonesia sebenarnya setiap jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik, meskipun memang ada sebagian komoditas yang memang harus ditutupi dengan impor.

"Ini sebenarnya keuntungan buat kita. Indonesia sudah disediakan alam yang subur, tinggal kita mengolahnya dengan maksimal, dengan pendekatan inovasi kombinasi bioteknologi, dan otomasi, yang tujuan akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu pemerintah harus hadir ," kata dia.

LaNyalla meminta pemerintah kabupaten untuk menggerakkan petani memproduksi berbagai jenis tanaman dan pangan yang cocok dan sesuai dengan wilayahnya.

Editor: Haris Pam

Komentar