Pengacara: Ada Upaya Pemerasan oleh Era Setyowati Terhadap Prof Muradi

pengacara-ada-upaya-pemerasan-oleh-era-setyowati-terhadap-prof-muradi Prof Muradi. ()

PINDAINEWS--Heboh diberitakan tentang Miss Landscape 2019, Era Setyowati yang mengadukan Prof M, seorang guru besar universitas ternama di Bandung sekaligus Komisaris BUMN,  ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dugaan penelantaran anak.

Era Setyowati yang biasa dipanggil Sierra itu mengaku anaknya yang masih bayi itu merupakan hasil nikah siri dengan Prof M pada 2018 lalu. 

Namun kemudian sosok Prof M tersebut melalui pengacaranya membuka diri kepada publik,  sekaligus membantah semua tuduhan Sierra tersebut. 

Prof M ternyata diketahui adalah Profesor Muradi, Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung serta Komisaris PT Waskita Karya, salah satu perusahaan BUMN. Muradi melalui pengacaranya menggelar jumpa pers untuk mengklarifikasi segala tuduhan Era Setyowati yang ditimpakan pada dirinya, di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

""Iya (Prof. M) Pak Muradi," tegas Patrice Rio Capella, pengacara yang ditunjuk Prof Muradi.

Mengenai bantahan itu, Rio membeberkan soal dugaan pemerasan uang Rp 2 Mliar terhadap kliennya, Prof Muradi, oleh Sierra melalui pengacara Sierra, terkait tuduhan penelantaran anaknya tersebut.

Rio Capella mengatakan, pihaknya menduga pengaduan Sierra ke KPAI hanya untuk tujuan pemerasan terhadap kilennya. Menurutnya, tidak benar juga Profesor Muradi telah memberikan sebuah apartemen yang diperuntukan untuk Sierra. 

"Tuduhan-tuduhan yang cenderung fitnah dan ada upaya pemerasan," tegas Rio.

Bahkan, lanjut Rio, sebelum isu dugaan penelantaran anak itu muncul di media, Era Setyowati sebetulnya sudah berjumpa dengan Profesor Muradi. Dalam pertemuan itu Era meminta Rp 1 miliar. 

"Setelah ada pengacara, meningkat jadi Rp 2 miliar. Apa yang disampaikan tidak memiliki dasar hukum yang jelas," kata Rio.

Atas tudingan itu, kata Rio, Profesor Muradi akan mengambil langkah hukum jika Era Setyowati beserta pengacaranya terus merugikan nama kliennya.

"Mendiskreditkan kami terus di media massa tanpa mencari tahu kebenaranannya itu anak Prof Muradi," ujar Rio.

Editor: Haris Pam

Komentar