WHO: Mengakhiri Pandemi Masih Terganjal Produksi dan Distribusi Vaksin

who-mengakhiri-pandemi-masih-terganjal-produksi-dan-distribusi-vaksin Ilustrasi pendistribusian vaksin COVID-19. (net)

PINDAINEWS--Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengakui masalah peningkatan produksi dan distribusi vaksin COVID-19 yang merata masih menjadi ganjalan utama untuk mengakhiri pandemi yang telah terjadi lebih dari setahun ini.

Bahkan petinggi WHO menganggap terjadi "kelucuan" saat ini, di mana sejumlah negara masih tidak memiliki akses vaksin yang cukup untuk memulai vaksinasi COVID-19 bagi pekerja medis dan orang-orang yang paling rentan sekalipun.

"Meningkatkan produksi dan distribusi yang merata masih menjadi penghalang utama untuk mengakhiri tahap akut pandemi COVID-19," kata Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir LKBN Antara, Rabu (7/4/2021).

"Sebuah dagelan bahwa di sejumlah negara tenaga kesehatan dan kelompok berisiko masih belum divaksin secara utuh," sambungnya.

Presiden Namibia, Hage Geingob, salah satu dari segelintir pemimpin dunia yang diundang untuk berpidato di konferensi pers WHO saat Hari Kesehatan Dunia, mengecam "apartheid vaksin", di mana sejumlah negara terpaksa menunggu sedangkan negara lain telah menerima dosis vaksin.

Geingob mengatakan Namibia telah menerima vaksin dari "kawan kami" India dan China, tetapi masih menunggu vaksin lainnya meski telah membayar deposit untuk vaksin tersebut.

Tedros menyebutkan bahwa Namibia akan menerima beberapa vaksin dari inisiatif COVAX yang dipimpin WHO dalam waktu sekitar dua pekan.

Editor: Haris Pam

Komentar