Kasus RS UMMI, Hakim Tolak Eksepsi Rizieq Shihab

kasus-rs-ummi-hakim-tolak-eksepsi-rizieq-shihab Ketua FPI, Rizieq Shihab (putih) saat jalani persidangan.. (net)

PINDAINEWS -- Sidang kasus Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor berkaitan dengan dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan yang menjadikan orang nomor satu Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, sebagai terdakwa terus bergulir. 

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, pada persidangan hari ini, Majelis Hakim PN Jakarta Timur menolak eksepsi atau nota keberatan Rizieq Shihab atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tentang kasus tes usap RS UMMI Bogor tersebut.

Ketua Majelis Hakim, Khadwanto, menilai dakwaan JPU sesuai ketentuan pasal 143 ayat 2 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). "Seluruh eksepsi terdakwa dan penasihat hukum ditolak," tandas Khadwanto.

Dalam persidangan itu, terdapat sebuah poin yang ditolak Majelis Hakim. Poin tersebut yakni tentang kewenangan PN Jakarta Timur mengadili perkara yang terjadi di Bogor, Jabar. 

Majelis Hakim menilai, sebelum sidang bergulir, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar menerbitkan surat pelimpahan perkara. Selain itu, juga berdasarkan penunjukan Mahkamah Agung (MA) bahwa PN Jakarta Timur menjadi pelaksana proses persidangan ini. 

Selanjutnya, pada 14 April 2021, Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengagendakan sidang pemeriksaan saksi JPU. 

Agenda lainnya, sidang lanjutan Rizieq Shihab perkara nomor 223, yakni kasus tes usap RS UMMI bagi terdakwa lainnya, Dr Andi Tatat, mantan Direktur Utama RS UMMI.

Selain perkara 223, Majelis Hakim PN Jakarta Timur pun mengagendakan sidang lanjutan perkara 224, 225,  yakni putusan sela Majelis Hakim atas eksepsi terdakwa untuk kasus RS UMMI..

Pada perkara 224 dan 225, yang masih tentang hasil tes usap RS UMMI, Rizieq Shihab dan menantunya, Muhammad Hanif Alatas, menjadi terdakwa.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar