Tersandung Suap, Mantan Wali Kota Cimahi Segera Jalani Persidangan

tersandung-suap-mantan-wali-kota-cimahi-segera-jalani-persidangan Mantan Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna, segera jalani persidangan.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Episode dugaan suap yang menjerat Wali Kota Cimahi non-aktif, Ajay Muhammad Priatna, memasuki babak baru. Eks orang nomor satu Kota Cimahi ini segera menjalani proses persidangan.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara Ajay Muhammad Priatna kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Kini, status Ajay Muhammad Priatna bukan lagi tersangka, melainkan terdakwa perkara suap perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran (TA) 2018-2020. "Benar. Kemarin, Jaksa KPK, Asri Irwan, melimpahkan berkas perkara Ajay Muhammad Priatna kepada PN Tipikor Bandung," tandas Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (7/4/2021).

Ali Fikri mengemukakan, seiring dengan pelimpahan berkas itu, pihaknya tidak lagi berkewenangan menahan Ajay Muhammad Priatna. Kini, sambung dia, PN Tipikor Bandung yang berkewenangan menahan Ajay Muhammad Priatna. 

Selama proses persidangan, jelas Ali Fikri, PN Tipikor Bandung menempatkan Ajay Muhammad Priatna pada Rumah Tahanan (Rutan) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung. "Proses berikutnya, penetapan penunjukan majelis hakim yang memimpin persidangan dan penetapan jadwal sidang.

Dakwaan bagi Ajay Muhammad Priatna yakni melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan atau Pasal 12 B Undang Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Tidak hanya Ajay Muhammad Priatna, lanjut Ali Fikri, pada 28 November 2020, pihaknya pun menetapkan Komisaris Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda Kota Cimahi, Hutama Yonathan (HY) sebagai tersangka pemberi suap kepada mantan Wali Kota Cimahi itu. Saat ini, Hutama pun menjalani persidangan PN Tipikor Bandung dan berstatus terdakwa.

Dalam kasus ini, kuat dugaan, Ajay Muhammad Priatna menerima sogokan bernilai Rp 1,661 miliar, yang kesepakatan awalnya Rp 3,2 miliar. Sogokan itu berkaitan dengan izin RSU Kasih Bunda TA 2018-2020.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar