Ini Seruan Erick Thohir Bagi CEO BUMN

ini-seruan-erick-thohir-bagi-ceo-bumn PT Telkom Indonesia (Persero), salah satu korporasi strategis BUMN.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Kehadiran korporasi-korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) punya peran strategis dalam perekonomian nasional. Bahkan, beberapa korporasi Merah Putih sanggup menembus pasar global.

Melihat kondisi itu, tidak salah apabila pemerintah, melalui Kementerian BUMN, menginginkan korporasi-korporasi Garuda ini lebih eksis, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga mancanegara.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Menteri BUMN Erick Thohir, menyatakan, sudah saatnya, pada era bench-marking,  para CEO korporasi BUMN bersaing dengan CEO industri global. 

"CEO BUMN harus bisa bersaing dengan CEO global. Harus punya benchmarking model bisnis," tandas mantan pemiik saham mayoritas klub elit Lega Calcio Serie A, Inter "La Beneamata" Milan ini, Rabu (7/4/2021).

Sosok yang menggantikan posisi Rini Soemarno ini meneruskan, industri perbankan terlibat persaingan sangat terbuka. Terbukti, jelas dia, saat ini, di Indonesia, terdapat perbankan bank swasta dan asing. 

Walau demikian, tegas dia, perbankan BUMN yang tergabung dalam Himpunan Perbankan Negara (Himbara), yakni PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk (Persero), dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero) tampil luar biasa. Bahkan, sahut dia, dua perbankan Himbara termasuk korporasi raksasa dunia.

Tidak itu saja, sambung Erick Thohir, perbankan Himbara pun berhasil menunaikan penugasan pemerintah secara signifikan. Misalnya, jelas dia, berupa stimulus finansial bagi sektor Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) secara keuangan. 

"Itu contoh bagaimana klaster-klaster BUMN. Tantangan kami, para CEO BUMN harus bisa bersaing dengan CEO global secara sehat. Ini sulit terjadi kalau ada transformasi sumber daya manusia (SDM)," paparnya.

Sebelumnya, Erick Thohir bertemu Vice Chairman State-Owned Asset Supervision and Administration (SASAC) RRC, Ren Hongbin. Pertemuan itu untuk mempelajari bagaimana China mereformasi dan mentransformasi BUMN-nya menjadi lebih efisien, tetapi berkontribusi maksimal dan menjadi korporasi global.

BACA JUGA : 

 

Erick Thohir: 15 Persen Kepimpinan BUMN adalah Perempuan


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar