Alarm Bahaya Berbunyi Jika Korporasi BUMN Tidak Siap Bertansformasi

alarm-bahaya-berbunyi-jika-korporasi-bumn-tidak-siap-bertansformasi Menteri BUMN, Erick Thohir.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Dalam era perkembangan teknologi, agar lebih berdaya saing, tentunya, setiap korporasi, utamanya berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sudah selayaknya bertransformasi.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Menteri BUMN, Erick Thohir, berpendapat, transformasi korporasi-korporasi BUMN merupakan hal penting. Hal ini, jelasnya, menjadi sebuah jurus untuk menang dalam persaingan global yang begitu dinamis.

Akan tetapi, secara pribadi, Erick Thohir mengaku punya kekhawatiran terhadap korporasi-korporasi BUMN. Kekhawatiran itu, aku Erick, korporasi-korporasi-korporasi BUMN tidak siap bertransformasi. "Jika itu (tidak siap bertransformasi) terjadi, sulit bagi sebuah korporasi BUMN menang dalam persaingan global. Bahkan, bisa kalah," tandas Erick, dalam konferensi pers virtual Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Rabu (7/4/2021).

Mantan pemiik saham mayoritas klub elit Lega Calcio Serie A, Inter "I Nerazzurri" Milan ini meneruskan, seiring dengan adanya kekhawaitran itu, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pembahasan jajarannya. Dia berpandangan, pada era transformasi, pihaknya melihat banyaknya perbankan yang menerapkan sistem digitalisasi.

Selain itu, sambungnya, pihaknya pun memperhatikan bahwa terdapat sejumlah industri manufaktur yang menuju arah teknologi.

JIka korporasi-korporasi BUMN berkembang, tegasnya, tentunya, hal itu sangat berdampak positif bagi negara ini. Sebaliknya, tambah dia, jika BUMN mati dan kalah karena tidak siap bertransformasi, hal itu merupakan situasi yang membahayakan.

"Penyebabnya, BUMN merupakan 30 persen kekuatan ekonomi nasional.  Jadi bahaya apabila korporasi-korporasi BUMN kalah bersaing akibat tidak siap bertransformasi," tutupnya.

BACA JUGA : 

 

Ini Seruan Erick Thohir Bagi CEO BUMN

BACA JUGA : 

 

Erick Thohir: 15 Persen Kepimpinan BUMN adalah Perempuan


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar