Polda Kalteng Berhasil Bongkar Prostitusi Online di Wisma

polda-kalteng-berhasil-bongkar-prostitusi-online-di-wisma Polda Kalteng Berhasil Bongkar Prostitusi Online di Wisma. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Praktek prostitusi online anak berhasil dibongkar oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di sebuah wisma yang berada di Kota Palangkaraya.

"Kedua pelaku penjual anak di bawah umur yang ditangkap itu berinisial FA (26) berjenis kelamin laki-laki dan RH (18) perempuan." ujar Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Kalteng AKBP Arie Sandy Z Sirait dikutip dari LKBN Antara, Kamis, (8/4/2021)

Mereka ini tercatat sebagai warga Kota Palangka Raya dan kini sudah mendekam di Rumah Tahanan Mapolda Kalteng," kata Arie.

Penangkapan dilakukan di Jalan Cut Nyak Dien Kelurahan Menteng, Kecamatan jekan Raya Kota Palangka Raya. Keduanya ditangkap saat petugas menggerebek aktivitas mereka di wisma yang disewa mereka untuk menyediakan jasa prostitusi online melalui aplikasi Mi Chat.

"Saat digerebek pada kamar nomor 11 korban berinisial WN (16) dan di kamar nomor 15 petugas menemukan FA dan RH. Dua orang tersebut yang mengendalikan aplikasi Mi Chat untuk menjual WN kepada pria hidung belang," katanya.

Arie mengatakan mereka juga melakukan pesta narkoba di kamar wisma tersebut. Sebab petugas saat menggerebek dua tempat tersebut menemukan alat hisap sabu. Dan untuk kasus narkoba yang mereka lakukan, juga akan dikembangkan oleh anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng, agar si penjual barang haram tersebut juga bisa digulung.

"Informasi yang kami dapatkan satu kali melayani pria hidung belang anak di bawah umur yang mereka jual itu bisa melayani tiga sampai lima orang pria satu malamnya. Untuk jasa prostitusi online itu dari Rp250-500 ribu/orangnya," tandasnya.

Keduanya kemudian dijerat dengan pasal tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dalam perkara TPPO kedua tersangka kini dikenai Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pinda Perdagangan Orang Jo. Pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan ancaman kurungan penjaranya paling singkat tiga tahun dan paling maksimal 15 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta.

Editor: DARMO SURYO

Komentar