Zona Hijau, Kepulauan Seribu Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

zona-hijau-kepulauan-seribu-siap-gelar-pembelajaran-tatap-muka Zona Hijau, Kepulauan Seribu Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Setelah menjadi zona hijau COVID-19, Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu siap memenuhi syarat-syarat asesmen "Siap Belajar". Bahkan
Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu Bambang Purwanto optimistis, pembelajaran tatap muka bisa digelar di seluruh satuan pendidikan di Kepulauan Seribu setelah kasus positif COVID-19 di Kepulauan Seribu nihil.

"Terkait dengan zona hijau di Kepulauan Seribu, Sudin Pendidikan selalu mendorong teman-teman komunitas pendidikan untuk update diri dan tetap optimistis terkait dengan syarat-syarat asesmen 'Siap Belajar' sehingga pembelajaran tatap muka bisa diberlakukan di seluruh Kepulauan Seribu," ujar Bambang Purwanto dikutip dari LKBN Antara. Kamis (8/4/2021)

Berdasarkan laman "Siap Belajar", asesmen "Siap Belajar" merupakan asesmen yang dilakukan terhadap satuan pendidikan untuk menilai kesiapan pembukaan satuan pendidikan secara bertahap dan kesiapan menerapkan model pembelajaran campuran (blended learning) atau pembelajaran yang belum 100 persen tatap muka.

Kesiapan itu nantinya diukur dari tiga aspek, mulai dari kesiapan guru dan tenaga pendidik, kesiapan satuan pendidikan untuk dibuka kembali dan kesiapan peserta didik untuk beraktivitas di satuan pendidikan di masa normal baru.

Yang diperhatikan, yakni komitmen sekolah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, tersedianya akses ke layanan fasilitas kesehatan terdekat, kesiapan satuan pendidikan menjalankan jaga jarak (social distancing) dengan mengatur tata letak kursi (kelas) berjarak 1,5 meter.

Purwanto mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan secara ketat di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Seribu selalu menjadi perhatian, supaya tidak mengganggu keberlangsungan pendidikan di Kepulauan Seribu.

"Kami selalu mengingatkan untuk tetap melakukan protokol kesehatan di sekolah secara ketat karena untuk keberlangsungan pendidikan di Kepulauan Seribu," tandasnya.

Editor: DARMO SURYO

Komentar