Wakil Ketua DPR RI Tanggapi Kasus Penganiayaan Perawat RS Siloam

wakil-ketua-dpr-ri-tanggapi-kasus-penganiayaan-perawat-rs-siloam Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. (net)

PINDAINEWS--Kasus penganiayaan terhadap seorang perawat Rumahsakit Siloam Sriwijaya Palembang memancing reaksi DPR RI. 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menyesalkan terjadinya penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang keluarga pasien terhadap perawat tersebut, dengan alasan tidak puas atas pelayanan dari sang perawat.

"Sebagai pimpinan Komisi lX dan secara pribadi kami bersimpati dengan korban dan menyesalkan peristiwa kekerasan yang terjadi pada tenaga kesehatan," sesal Melki, dikutip dari laman resmi DPR RI, Sabtu (17/4/2021). 

Politisi Fraksi Partai Golkar ini meminta Melki agar masyarakat lebih menghargai kerja tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam merawat dan menangani pasien dengan berbagai penyakit lainnya. Terlebih lagi, saat ini mereka juga terdepan dalam penanganan pasien Covid-19.

"Kami berharap hal serupa tak terulang, untuk itu kami meminta aparat hukum untuk memproses hukum pelaku sesuai ketentuan dan fakta yang terjadi," imbuh Melki. Ia juga mendorong agar manajeman rumah sakit dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan komunikasi yang baik kepada pasien dan keluarganya ketika sedang bertugas.

Diketahui, aksi video kekerasan yang menimpa perawat RS Siloam Palembang yang terjadi Kamis (15/4) viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @Perawat_peduli_palembang. Perawat berinisial CRS tersebut mengalami luka lebam di bagian wajah, lantaran dipukul oleh JT yang merupakan ayah seorang pasien di RS Siloam.

Ketika menjemput anaknya, JT mendapati tangan anaknya berdarah setelah jarum infus dicabut oleh CRS. Melihat hal itu, JT lalu memanggil korban untuk menemuinya di ruang perawatan. CRS kemudian datang ke ruang perawatan bersama beberapa orang rekannya.

Belum sempat menjelaskan, JT yang marah langsung menampar wajah korban.Tak hanya itu, CRS diminta untuk bersujud dan memohon maaf. Namun, lagi-lagi korban ditendang oleh pelaku di bagian perut hingga akhirnya dipisahkan oleh perawat yang lain.

Editor: Haris Pam

Komentar