Disdik Jabar Gelar Program Rantang Siswa Saat Ramadhan

disdik-jabar-gelar-program-rantang-siswa-saat-ramadhan Disdik Jabar Gelar Program Rantang Siswa. (Trie Widiyantie/PindaiNews)

PINDAINEWS, Bandung - Memasuki bulan ramadan 1442H, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa barat (Jabar) menggelar program 'Rantang Siswa' untuk tingkat SMA, SMK dan SLB agar dapat saling berbagi di momen Ramadan 2021 ini.

Melalui program ini, setiap siswa/i akan memberikan satu porsi makanan untuk tetangga atau warga yang membutuhkan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, Sabtu (17/4) kepada wartawan. "Makanan itu bisa buatan rumah atau
masakan yang mereka buat sendiri untuk disampaikan kepada tetangga, kolega, teman, anak yatim lansia dan sebagainya. Lalu mereka foto dan
kirim ke #rantangsiswa di Instagram," jelas Dedi.

Menurutnya, ditargetkan sebanyak 50 rantang yang dapat dibagikan hingga Sabtu (24/4) mendatang. Kendati begitu, ia optimis dapat melebihi target, terlebih jika satu sekolah terdapat 100 siswa yang
turut serta menjalankan kegiatan tersebut.

"Sekarang yang sudah konfirmasi di SMA ada 25.500, SMK 14.400 dan SLB 2.100, jadi baru 42.500.  Nah, target yang ditetapkan oleh panitia 50 ribu. Tapi pada tanggal 24 April nanti, saya optimis bisa mencapai 80 ribu dan itu tersebar di 27 kabupaten/kota," paparnya.

Lebih jauh ia menyampaikan, Rantang Siswa ini merupakan kepanjangan dari Program Milenial Smart Tren Ramadan Virtual yang diluncurkan, Jumat (16/4) kemarin. Gagasan yang melibatkan Kemenag dan Ikatan Remaja Mesjid ini diharapkan bisa menumbuhkan budi pekerti guna
membentuk siswa yang mutakin.

"Menjadi mutakin harus memiliki 3T, yakni taklim (pembelajar), ta'dib (pembiasaan), dan takzim (santun)," katanya.

Disamping Rantang Siswa, lanjut Dedi, dalam Program Milenial Smart Tren Ramadan juga terdapat sejumlah kegiatan yang dapat diikuti oleh
siswa maupun siswi. Program yang dilaksanakan mulai 16 April hingga 11 Mei 2021 ini akan diisi berbagai kegiatan, mulai dari Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi), Kajian Islam di Sekolah (KIDS), menulis mushaf Al-Qur'an hingga Buka Bersama On The Screen (BUBOS).

"Untuk penulisan mushaf di tanggal 17 Ramadan, ada 165 sekolah yang terlibat dan ada 9.965 siswa akan menulis mushaf," jelasnya.

Tidak hanya bagi siswa, rangkaian kegiatan ini juga diperuntukkan bagi guru melalui program 'Sapa Bataru'. Dimananya nantinya, seluruh guru
di perumahan Bataru akan mengadakan buka bersama di halaman rumah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Kita dari Disdik akan melihat melalui drone dan menyapa langsung dari sini," ucap dia.

Dedi juga menambahkan, sejumlah kegiatan dalam Milenial Smart Tren Ramadan dikemas agar pelaku pendidikan dapat membiasakan diri dalam
menyikapi adaptasi kebiasaan baru. Terlebih untuk para anak didik, dimana selama satu tahun mengalami pandemi Covid-19 mempengaruhi
psikologis mereka.

"Apalagi, nanti mulai Juli kita akan mulai menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Karena itu ini menjadi salah satu persiapan
kami di Jawa Barat," tandasnya.

Editor: DARMO SURYO

Komentar