Ahli Bahasa: Siti Aisyah Kakak Ipar Gubernur Jabar

ahli-bahasa-siti-aisyah-kakak-ipar-gubernur-jabar Siti Aisyah Tuti Handayani.. (facebook.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Beberapa waktu lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menciduk dan menetapkan Siti Aisyah Tuti Handayani selaku tersangka kasus dugaan korupsi bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.

Ada hal yang menjadi sorotan publik di balik perkara itu. Yakni, keengganan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menyebut Siti Aisyah Tuti Handayani sebagai kakak iparnya. 

Padahal, Siti Aisyah Tuti Handayani punya kekerabatan dekat dengan mantan Wali Kota Bandung ini. Tersangka KPK itu menikah dengan M. Adhya Pradjana yang merupakan kakak kandung Atalia Praratya, yang tidak lain adalah isteri Ridwan Kamil.

Kisah tentang 'kakak ipar' kian ramai setelah adanya cuitan pegiat media sosial, Deny Siregar. Itu karena karena cuitan Denny Siregar langsung ditanggapi Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar. 

Dalam balasan cuitannya, Emil mengatakan, bahwa Siti Aisyah Tuti Handayani bukanlah kakak iparnya, melainkan kakak ipar isterinya, Atalia Praratya. Akibatnya, pro-kontra kedua cuitan itu pun ramai pada medsos.

Tidak hanya membalas cuitan Deny Siregar, Ridwan Kamil pun langsung mengklarifikasi pada berbagai media masa agar tidak membawa namanya dalam kasus Siti Aisyah Tuti Handayani. Alasannya, kasus itu terjadi sebelum masa kepemimpinannya.

Bahkan, Emil kian mempertegas "keengganannya” untuk mengakui bahwa Siti Aisyah Tuti Handayani adalah kakak Iparnya dalam sebuah interview usai menghadiri Gala Premier "Sisterlillah The Movie" di CGV Paris van Java, Bandung.  

Kang Emil memastikan selama ini seluruh kakak kandung Atalia adalah laki-laki, dan tidak ada perempuan termasuk Siti Aisyah.

Berdasarkan penelusuran redaksi pindainews.com, dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), kata "Ipar" bermakna adalah saudara istri atau suami. 

Lalu, apa pendapat ahli bahasa mengenai status Siti Aisyah sebagai 'kakak ipar' yang dibantah Ridwan Kamil? 

Rachmat Surahman, seorang Pengajar Bahasa Indonesia, menjelaskan, sebetulnya, dalam susunan silsilah keluarga suami atau istri, termasuk saudara ipar, masih termasuk dalam penyebutan saudara Ipar. 

"Memang, secara eksplisit, dalam kamus besar bahas indonesia tidak ada penjelasannya karena ini soal etika dalam bersosial” jelas Racmat.

Rahmat berpendapat, sebutan ipar kepada kakak atau adik suami dan istri adalah sudah jamak. Itu, sambungnya, merupakan bentuk penghargaan sosial kepada pasangan ipar kita.

“Masa iya kalau kepada adik atau kakak istri, kita tidak mengakuinya sebagai saudara? Itu sama saja kita tidak menghargai saudara istri atau suami kita” jelasnya lebih lanjut.

Warga dan juga Tokoh Pendidikan Jabar, Asep. B Kurnia, menyayangkan sikap dan penolakan sebutan "kakak Ipar" oleh Ridwan Kamil terhadap Siti Aisyah Tuti Handayani. Dia menilainya sebagai sesuatu hal yang sangat tidak elok.

"Akui saja bahwa Siti Aisyah itu kakak iparnya. Itu (pengakuan sebagai saudara ipar) justru menimbulkan respect masyarakat Jabar dan lebih “nyatria” (bersifat ksatria)” ujarnya.

Asep menilai keengganan Emil mengakui Siti Aisyah sebagai saudara iparnya bukan mencontohkan jiwa negarawan yang bersifat ksatria. Asep pun heran mengapa Emil sibuk menjawab pemberitaan Siti Aisyah Tuti Handayani yang tidak ada hubungannya secara langsung dengan jabatannya sebagai Gubernur Jabar.

Karenanya, Aa Maung, sapaan akrabnya, meminta Emil lebih fokus pada tugas dan fungsinya sebagai Gubernur Jabar daripada sibuk menyelesaikan hal hal yang tidak perlu seperti kasus “kakak Ipar ini”.

Selain itu, Aa Maung pun bertanya tentang janji politik pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanil Ulum (Rindu) tentang Gerbang Desa. "Bagaimana perkembangan atau realisasinya? Sudah berhasilkah? Sudah bergulirkah?" tutupnya.

BACA JUGA : 

 

Yang Diciduk KPK Bukan Kakak Ipar Ridwan Kamil, Melainkan....


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar