Ingin Mudik Pada Masa Peniadaan Mudik? Ini Syaratnya

ingin-mudik-pada-masa-peniadaan-mudik-ini-syaratnya Ingin Mudik Pada Masa Peniadaan Mudik? Ini Syaratnya. (Trie Widiyantie/PindaiNews)

PINDAINEWS, Bandung - Kasatlantas Polretabes Kota Bandung, AKBP M. Rano Hadianto mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kendaraan-kendaraan yang masuk ke Kota Bandung pada masa peniadaan mudik (6-17 Mei). 

"Pengecekan  dilakukan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang melakukan kegiatan mudik pada masa tersebut." Ujar Rano Jumat (30/4).

Rano menjelaskan, apabila ada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada masa peniadaan mudik, maka  terdapat sejumlah persyaratan yang harus ada, baik dalam wilayah aglomerasi maupun dari luar wilayah aglomerasi. Dipaparkannya,  terdapat dua dokumen yang menjadi syarat melakukan perjalanan di masa peniadaan mudik. Dokumen tersebut meliputi dokumen kesehatan dan dokumen perjalanan.‎

"Untuk dokumen kesehatan, lanjutnya, pelaku perjalanan wajib menunjukkan surat negatif Covid-19.‎ Jadi nanti yang akan dicek di cek poin tersebut, yang pertama terkait dokumen kesehatan, yaitu rapid anti gen atau PCR dan itu berlaku 1x24 jam," kata Rano , Jumat (30/4).

Sementara dalam dokumen perjalanan, terdapat beberapa dokumen yang wajib dibawa sebagai syarat perjalanan. Salah satunya, pelaku perjalanan wajib menyertakan surat izin dari pimpinan yang ditanda tangani serta dibubuhi cap basah.‎

"Untuk dokumen perjalanan, yang pertama yaitu identitas pengenal diri (KTP), kemudian pejabat instansi pegawai BUMN, BUMD, TNI-Polri ketika melakukan perjalanan wajib menyertakan surat perjalanan dari istansi terkait dan capnya basah,” katanya.

Selanjutnya, untuk pegawai swasta juga harus ada izin tertulis dan tanda tangan serta capnya basah, lalu untuk non pekerja harus melampirkan surat izin tertulis dari Kepala Desa atau Lurah yang dilengkapi dengan tanda tangan basah," tutur Rano.

Sedangkan untuk perjalanan atas dasar kedaruratan masih tetap dapat dilakukan baik di wilayah aglomerasi maupun di luar aglomerasi. Meski begitu, perjalanan tersebut tetap harus menyertakan dokumen-dokumen penyerta perjalanan.

"Misalnya saja kunjungan keluarga meninggal, ibu hami, lalu ada juga kunjungan keluarga sakit tapi harus dibuktikan dengan surat juga," tandasnya.‎


Editor: DARMO SURYO

Komentar