Permintaan Pupuk Melalui RKDK 24 Juta Ton, Tersedia 9 Juta Ton

permintaan-pupuk-melalui-rkdk-24-juta-ton-tersedia-9-juta-ton Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. (antara)

PINDAINEWS, Indramayu--Sudah 24 juta ton pupuk yang diminta melalui Rencana Definitif Kebutuhan Pokok (RDKK), tetapi yang mampu disediakan hanya 9 juta ton.

Namun Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan stok pupuk subsidi untuk masa tanam padi kedua mencukupi, dengan total stok mencapai 9 juta ton tersebut.

"Kami menyediakan sembilan juta ton pupuk subsidi untuk seluruh daerah," kata Mentan Syahrul di Indramayu, seperti dilansir LKBN Antara, Jumat (1/5/2021).

Pada kegiatan pemberian bantuan alsintan tersebut, Mentan Syahrul mengatakan bahwa jumlah 9 juta ton pupuk subsidi ini sudah sesuai dengan porsi RDKK, meskipun jumlah yang diajukan hingga 24 juta ton.

Menurut dia, pupuk subsidi diperuntukan bagi petani miskin dan hanya bisa digunakan untuk areal sawah di bawah dua hektare, untuk itu kebutuhan pupuk subsidi akan dipastikan cukup.

"Pupuk subsidi ini hanya untuk petani miskin, yang arealnya di bawah dua hektare. Bukan untuk ke tempat lain," tuturnya.

Dia menambahkan, pemakaian pupuk subsidi di sejumlah daerah tidak menghabiskan stok pupuk subsidi yang tersedia.

Seperti di Indramayu, daerah penghasil beras nomor satu di Indonesia ini baru menggunakan pupuk subsidi sekitar 40 persen. Padahal ketersediaan pupuk subsidi untuk Indramayu mencapai 300 ribu ton.

"Artinya, stok pupuk subsidi di daerah ini masih aman. Dari ketersediaan 300 ribu ton lebih di Indramayu, baru terpakai 40 persen. Masih cukup dan belum waktunya dipakai," katanya.

Editor: Haris Pam

Komentar