Trik Jabar Cegah Klaster Wisata Saat Idul Fitri 2021

trik-jabar-cegah-klaster-wisata-saat-idul-fitri-2021 Pangandaran, destinasi wisata unggulan Jabar.. (net)

PINDAINEWS, Bandung -- Mengantisipasi, mencegah, sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19 menjadi misi yang diusung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, termasuk pada periode Idul Fitri 2021. Upaya pencgahan dan antisipasi terjadinya klaster Covid-19 pun dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, mengemukakan, pihaknya menyiapkan beberapa kiat dan strategi untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19 sektor pariwisata saat libur Idul Fitri 2021.

Dedi menyatakan, adanya pelarangan mudik oleh pemerintah, bisa membuat kunjungan destinasi wisata meningkat signifikan. Dalam situasi pandemi, tegas dia, pihaknya wajib mengantisipasi terjadinya klaster Covid-19. 

"Harus ada antisipasi. Di antaranya, melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat," tandas Dedi Taufik.

Pria yang pernah menjadi Pejabat (Pj) Bupati Bandung ini meneruskan, menyikapi kondisi itu pihaknya melakukan pertemuan khusus seluruh Kepala Dinas Pariwisata Kota-Kabupaten se-Jabar, termasuk tim Jabar Digital Service (JDS).

Dedi menyatakan, perlu berbagai cara untuk mengantiispasi terjadinya klaster pada 108 destinasi unggulan Jabar. "Yaitu, memperkuat penjagaan kapasitas kunjungan wisatawan, menggelar tes antigen, mengoptimalkan gugus tugas," cetusnya.

Upaya lainnya, sambung dia, menyosialisasikan protokol kesehatan, menjaga Cleanliness-Health-Safety-Environment Sustainability (CHSE). Pihaknya pun, sambung dia, memberlakukan uji coba mass tracing Quick Response (QR) code di destinasi wisata.

Pemberlakuan QR Code itu, jelasnya, sebagai upaya melacak kontak erat para pengunjung yang kemungkinan terpapar Covid-19, mengetahui kapasitas dan kepadatan pengunjung pada lokasi wisata.

Pada periode libur Idul Fitri 2021, pembatasan pergerakan masyarakat secara aglomerasi wilayah, yaitu hanya bisa bergerak di dalam wilayah tertentu. Wilayah Jabar, jelasnya, aglomerasinya terdiri atas kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dan Bandung Raya.

"Artinya, masyarakat boleh bergerak di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi, yang disertai protokol kesehatan," sahutnya.

Dedi berharap seluruh Kepala Dinas Pariwisata kabupaten-kota Jabar berkomitmen bersama untuk mengedepankan keselamatan masyarakat, seiring dengan adagium ‘SALUS POPULI SUPREMA LEXESTO’ yaitu Keselamatan Rakyat adalah Hukum yang tertinggi.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar