Oded: Patuhi Pelarangan Mudik!

oded-patuhi-pelarangan-mudik Masyarakat harus patuhi pelarangan mudik Idul Fitri 2021.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Bandung -- Pemerintah benar-benar serius menerapkan pelarangan mudik Idul Fitri 2021. Terbukti, Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menerbitkan regulasi tentang masa berlaku pelarangan mudik Idul Fitri 2021.

Berdasarkan regulasi terbaru itu, pelarangan dan peniadaan perjalanan mudik Idul Fitri 2021 belaku selama 3 pekan. Pemberlakuan itu terdiri tas dua periode.

Pertama, yakni H-14 Idul Fitri 2021 (22 April-5 Mei 2021). Kedua H+14 Idul Fitri (18-24 Mei 2021).

Berdasarkan aturan itu, terdapat beberapa regulasi mudik perjalanan darat, laut, dan udara.  Di antaranya, setiap masyarakat wajib memenuhi berbagai syarat apabila melakukan perjalanan dalam negeri selama H-14 pelarangan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 - 24 Mei 2021).

Persyaratan itu di antaranya, mengisi e-HAC Indonesia. Lalu, wajib memiliki dan menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19, baik Swab Polymerase Chain Reaction (PCR), rapid test atnigen, atau GeNose C-19 Test bagi calon penumpang pesawat domestik, kereta. transportasi laut, dan penyeberangan laut.

Bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum, seperti bus, termasuk kendaraan pribadi, wajib menjalani pemeriksaan surat negatif Covid-19 saat perjalanan. Jika tidak memiliki, petugas melakukan tes antigen atau GeNose C19 secara acak.

Sedangkan perjalanan pada periode 6-17 Mei 2021 hanya boleh bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan yang memperoleh pengecualian atau non-mudik seraya memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Misalnya, perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit atau duka, ibu hamil dan satu pendampingnya, persalinan plus dua pendampingnya. Masyarakat yang melanggar, harus bersiap menerima sanksinya. Bentunya, denda, sanksi sosial, kurungan pidana sesuai peraturan perundang-undangan. 

Karenanya, Wali Kota Bandung, Oded M Danial, mengimbau sekaligus meminta seluruh publik Kota Kembang menaati regulasi pelaranganmudik tersebut.

Pasalnya, jelas dia, pelarangan mdik itu sebagai upaya negara untuk mencegah, meminimalisiri, sekaligus memutus mata rantai Covid-19 di tanah air. "Patuhi pelarangan mudik, Ini demi kebaikan kita semua," tegas Oded.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar