Prof. Dindin Sebut Banyak Orang Berdakwah Tanpa Keahlian Yang Cukup

prof-dindin-sebut-banyak-orang-berdakwah-tanpa-keahlian-yang-cukup Prof. Dindin Sebut Banyak Orang Berdakwah Tanpa Keahlian Yang Cukup. (Istimewa)

PINDAINEWS.Bandung, -- Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung kembali menggelar acara diskusi nasional tentang kajian karya ulama, pemikir dan pembaharu dakwah , dalam format “Diskusi dan Bedah Buku”, yang berjudul “Dakwah Moderat : Paradigma dan Strategi Dakwah Syaikh Ghozali.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Ahmad Sarbini,M.Ag, mengatakan bahwa acara ini merupakan program reguler yang sekarang ini merupakan seri ke-2, dengan tujuan untuk membuka cakrawala pemikiran dan strategi para ulama-ulama tentang dakwah.

"Selain itu juga untuk mendorong dengan menampilkan para dosen FDK yang sudah menulis buku teks untuk dibahas dalam forum ilmiah" Ujar Sarbini belum lama ini.


Sementara itu dalam paparannya, penulis buku Prof. Dr. Dindin Solahuddin, MA mengatakan Sejumlah orang aktif berdakwah tanpa pemahaman dan keahlian dakwah [yang memadai] mereka malah memperburuk citra agama Islam ini alih-alih berkontribusi positif. 

"Problemtika dakwah saat ini adalah intoleransi, fanatisme, radikalisme, ekstrimitas, literalisme, skriptualisme, monopoli kebenaran, disitulah perlu paradigma dan strategi dakwah kritis, konstruktif dan pola dakwah moderat." ujar Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Bandung tersebut.

Dia menegaskan, Dakwah mesti disajikan ke hadapan publik secara benar sesuai nilai-nilai kemanusiaan sehingga mendorong masyarakat yang memiliki karakter baik untuk menerimanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat yaitu KH. Cholil Nafis, Lc, MA,PhD mengatakan sebagai seorang da’I dan ketua bidang dakwah di MUI Pusat ‘buku ini sangat kontekstual dengan ummat Islam Indonesia. 

"Tantangan dakwah di era global adalah pencitraan dan pemahaman yang dangkal dari pelaku dakwah dan juga materi dakwah, olehkarena para ulama dan akdemisi harus turun gunung menyampaikan ajaran Islam." ujarnya

Hal senada juga disampaikan oleh Guru Besar FDK UIN Sumutera Utara, Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si yang mengatakan belum ada buku yang sama dalam bahasa Indonesia, ditulis dengan serius – Rujukan, Sintesis dua kutub pemikiran ekstrem kanan dan kir. 

Buku ini Penting untuk khazanah keilmuan dan harakah dakwah moderat. Lebih lanjut ia mengatakan, Islam secaar normati adalah agama moderat, Islam rahmat bagi alam semesta, dan Islam mengajarkan konsep keseimbangan (tawazun)." tandasnya.


Editor: DARMO SURYO

Komentar